bernasnews — Bicara menyoal pariwisata Bali tidak akan ada habisnya, pulau yang juga disebut sebagai Pulau Dewata dengan luas berkisar 5.590,15 kilo meter persegi ini bisa dibilang sangat kaya dan beragam obyek wisatanya. Salah satunya adalah wisata bahari yang lebih berorientasi pada wisata minat khusus.
Wisata minta khusus menawarkan pengalaman unik dan mendalam bagi wisatawan yang mencari sesuatu lebih dari sekadar berwisata. Selama tiga hari kunjungan ke Bali, bernasnews pun tak ingin ketinggalan mencoba wisata minat khusus yakni pertunjukan dolphin atau ikan lumba-lumba.
Meskipun untuk melihat pertunjukan dolphin yang berada di kawasan Pantai Happy, Desa Tukadmungga, Kabupaten Buleleng, Bali ini perlu effort yang cukup tinggi bagi rombongan.
Pertama, dari letak hotel tempat menginap (Kuta) cukup jauh lebih kurang tiga jam perjalanan sehingga harus bangun dini hari pukul 02: 00 WITA dikarenakan kemunculan iklan dolphin atau lumba-lumba di lepas pantai kisaran jam enaman waktu setempat.
Kedua, sebagai wartawan lansia bisa dikata tak pandai berenang dan hanya mengandalkan semangat guna mencari pengalaman baru dalam berwisata dan semangat tugas jurnalistik untuk menuliskan kisah ini bagi para pembaca, khususnya yang ingin mencoba pengalaman berwisata serupa.
Jelang subuh bernasnews bersama tiga wisatawan lainnya disambut langsung oleh warga setempat pemilik perahu. Sebuah perahu bercadik dua berbahan fiberglass yang dilengkapi dengan motor penggerak yang dipakai oleh nelayan pada umumnya untuk mencari ikan di lautan.
Berlayar pagi hari dengan suasana Pantai Happy yang masih sepi itu benar-benar menaikan adrenalin penulis. Semilirnya angin laut yang menerpa serta indahnya matahari terbit terabaikan karena rasa penasaran dan sedikit rasa takut, berlayar menuju titik kumpul di mana ikan lumba-lumba atau dolphin sering bermunculan.
Rasa takut pun akhirnya sirna saat sampai di lokasi, ternyata di mana puluhan perahu serupa yang dinaiki oleh wisatawan, di antaranya dari Pantai Lovina telah berkumpul di kawasan itu dengan tujuan sama yaitu “berburu” dolphin menari di atas lautan.
Air laut yang tenang alias tampa ombak menambah keseruan saat perahu-perahu yang dinaiki oleh wisatawan yang hadir dari pantai-pantai sekitar berlomba “berburu” untuk mengabadikan momen indah bersama dolphin menari.
Hutama dan Fera wisatawan dari Kalimantan Tengah, satu rombongan paket tour bersama bernasnews pun menyatakan kepuasannya bisa berhasil melihat langsung sekumpulan dolphin meloncat di atas permukaan laut dari sisi perahu yang ditumpangi.
“Terbayar sudah rasa kantuk lantaran harus bangun tengah malam, bisa langsung menjumpai lumba-lumba berlompatan tadi,” ungkap pasutri asli Jogja dan Purworejo itu. Ketika ditanya apakah ada rasa takut saat menaiki perahu, mereka pun kompak menjawab bahwa mereka telah terbiasa naik perahu serupa di kala tugas ke pelosok yang harus melalui sungai-sungai. (ted)












