bernasnews – Pemberian Penghargaan Apresiasi Budaya Saptohoedojo Award kepada 7 orang tokoh inspiratif menutup seluruh rangkaian kegiatan Pasar Merdeka 2025 di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) Yogyakarta, Minggu (31/8) pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Koperasi Seniman dan Budayawan Adiluhung Yogyakarta (KOSETA) dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY.
Ketua KOSETA Sigit Sugito kepada bernasnews mengemukakan, “(pemberian penghargaan Saptohoedojo Award) ini adalah sebuah apresiasi untuk orang-orang yang berdedikasi dalam bidang seni untuk pemajuan kebudayaan.
Ini sebuah awalan untuk momentum bersama dalam wadah Koperasi Seniman mencari ruang jalan untuk membangun kerja-kerja kolektif kolaborasi dalam semangat gotong royong. Ini momentum untuk membuka ruang dialog antargenerasi para aktor pemajuan kebudayaan di Yogyakarta. Ini adalah bentuk kemuliaan Saptohoedojo yang sudah kedua kalinya memberi sebuah apresiasi kepada para kreator yang inspiratif.
Dan kami selaku pembawa amanat panitia 100 Tahun Saptohoedojo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya agenda ini.”
Sebagaimana diketahui, event Pasar Merdeka dan Pra-Kongres Seniman dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan sambutan Pembina KOSETA GBPH H. Prabukusumo, S.Psi. Agenda ini digelar di TBEG Yogyakarta selama empat hari yakni tanggal 28-31 Agustus 2025.
Kegiatan utama adalah serial panel diskusi yang menghadiran para tokoh dari DIY, senator dan pelaku budaya; pameran dan bazar UMKM menampilkan 35 tenant UMKM lokal; senam ngudi saras fajar bersama mbak Dean; lomba baca puisi oleh Rumah Sastra Evi Idawati; lomba mewarnai dan melukis untuk anak-anak; workshop teater dan tari; pembacaan karya sastra Satupena DIY; pertunjukan musik di panggung terbuka; pameran lukisan yang menampilkan 80 perupa untuk penanda 80 tahun NKRI dan demo melukis 28 siswa SMSR Yogyakarta.
“Pasar Merdeka 2025 ini bertujuan untuk membangun kegotongroyongan antar seniman yang tergabung dalam Koperasi, meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya, membangun jaringan antara pelaku seni, budaya dan UMKM, serta meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam dunia seni dan budaya.
Dengan demikian, Pasar Merdeka menjadi wadah yang efektif untuk mempromosikan seni dan budaya, serta membangun ekonomi kerakyatan yang berakar pada budaya lokal,” kata Sigit Sugito. (mar)












