News  

Gelar Karya Pasar Merdeka 2025 Menghidupkan Semangat Perupa

Perupa Agus Yusuf saat demo melukis dengan mulut disaksikan Wali Kota Yogyakarta Harto Wardoyo di Pasar Merdeka, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Kamis 28/8/2025. (Foto : Rakhmat Supriyono)

bernasnews – Paling dibutuhkan seniman adalah ruang untuk menggelar karya yang dapat diapresiasi masyarakat, terutama pemerintah. Pameran merupakan ajang harapan adanya transaksi penjualan karya.

Hal itu diungkapkan koordinator pameran Pasar Merdeka 2025 Rakhmat Supriyono saat pembukaan acara itu di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta, Kamis (28/8).

“Pameran semacam ini sangat ditunggu oleh para perupa. Dengan adanya pameran, para seniman tambah semangat dan punya harapan karyanya terjual,” kata pelukis yang berpengalaman mengelola event pameran ini.

Pameran yang diresmikan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga dihadiri oleh Pembina Koperasi Seniman dan Budayawan Adiluhung Yogyakarta (KOSETA) GBPH H. Prabukusumo, Ketua KOSETA Sigit Sugito, Yani Saptohoedojo, Forkompimda Kota Yogyakarta, dan para perupa seperti Totok Buchori, Jaya Adi, Daliyo, Untung Basuki, Picuk Siwi Asmara, Jack, Prof. Syaifi, serta puluhan seniman dari luar kota.

DEMO MELUKIS DENGAN MULUT
Di sela-sela karya lukisan pengunjung dapat menyaksikan demo melukis menggunakan kaki dan mulut yang dilakukan Agus Yusuf (62 tahun) dari desa Sidomulyo, Sawahan, Madiun, Jawa Timur. Dia datang ke Yogyakarta khusus untuk menunjukkan kepiawaiannya melukis dengan oral dan kaki. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai negara, antara lain Malaysia, Singapore, Thailand, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, Austria, dan Spanyol.

“Kalau orang biasa (non-difabel) bisa, kita yang difabel juga harus bisa,” kata Agus, bapak dari dua orang anak ini.

Selain Agus Yusuf, ada 28 siswa SMSR Yogyakarta Jurusan Seni Lukis tersebar di dalam dan di luar ruang pameran ikut demo melukis. Pembina Lukis Drs. Riyanto Ruswandoko (Antok Abri) menuturkan, melukis di luar kelas ini merupakan pembelajaran outing class yang sangat bermanfaat bagi siswa. Mereka lebih termotivasi dan tambah pengalaman berinteraksi dengan masyarakat.

Pameran Pasar Merdeka ini diikuti 80 seniman dari Yogyakarta, Solo, Ambarawa, Magelang, Semarang, dan ada yang dari Tasikmalaya Jawa Barat. Selain Agus Yusuf, ada beberapa pelukis penyandang difabel seperti Bagaskara, Aldy, Salma, dan Maheswara. Terbuka untuk pengunjuang tanggal 28 hingga 31 Agustus 2025, pukul 10 – 21.00. Selain pameran, di event Pasar Merdeka juga diadakan bazar UMKM, Lomba Lukis Anak, Lomba Baca Puisi, Workshop Teater, Malam Sastra Satupena, Line Dance, Tari Yoga, dan acara lainnya. (*/mar)