News  

SBP dan Kagama Poetry Reading Luncurkan “Kampus Biru di Bulan Purnama”

Flyer pentas Kampus Biru di Bulan Purnama, Sabtu 23/8/2025. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Sastra Bulan Purnama (SBP) edisi 167 bersinergi dengan Kagama Poetry Reading, meluncurkan empat buku. satu buku kumpulan puisi karya berama Kagama Poetry Reading berjudul “Ketika Alam Bicara’, dua buku puisi karya Novi Indrastuti berjudul ‘Sang Dewi’ dan “Negeri Sang Penari’, dan satu buku fotografi karya Harno DP berjudul “Cahaya Ilahi. Novi dan Harno, anggota Kagama Poetry Reading. Acara akan diselenggarakan di Museum Sandi Jalan Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta Sabtu (23/8/2025) pukul 15.30 WIB.

Karena UGM dikenal sebagai Kampus Biru, dan SBP bersinergi dengan alumninya, khususnya Komunitas Kagama Poetry Reading, maka tajuk acaranya ‘Kampus Biru Di Bulan Purnama’ yang akan menampilkan pembaca puisi dari para alumni dan dari SBP.

Novi Indrastuti, pengajar Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dan Ketua Kagama Poetry Reading (KAPOETRED) menyebutkan, komunitas pencinta puisi yang beranggotakan alumni Universitas Gadjah Mada dari berbagai disiplin ilmu, meluncurkan antologi puisi kedua berjudul Ketika Alam Bicara.

“Soft launching ini menjadi momen penting bagi komunitas yang telah secara konsisten menghidupkan literasi sastra dan menyalurkan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui karya puitisnya,” kata dia.

Novi menyampaikan, mengusung tema “Alam dan Lingkungan”, antologi ini menghadirkan suara-suara penyair yang merekam, mengabarkan, dan menyuarakan jerit bumi di tengah ancaman kerusakan ekologis. Dalam karya puisi dari 58 kontributor anggota KAPOETRED.

“Masing-masing menyajikan ragam suara, ada yang lirih, ada yang lantang, ada yang penuh doa, ada yang menggugat dengan getir, ada pula yang mengajak kita duduk sejenak menikmati keindahan bumi,” kata dia menjelaskan isi antologi puisi itu.

Kumpulan puisi ini, demikian Novi Indrastuti menyampaikan, dibagi menjadi lima tema besar, yakni “Tubuh Bumi yang Terluka” yang berisi elegi kolektif tentang luka ekologis, “Kritik dan Resistensi terhadap Kerusakan Alam” yang menyuarakan protes terhadap keserakahan industri dan abainya hukum, “Doa-doa untuk Bumi” yang menempatkan alam sebagai entitas suci dan bagian dari spiritualitas manusia, “Perubahan Iklim” yang menggambarkan musim-musim yang bergeser dan cuaca yang tak menentu, dan “Keindahan Alam” yang memotret lanskap-lanskap menenangkan sekaligus memotivasi manusia untuk melestarikannya.

“Alam sesungguhnya tidak pernah benar-benar diam. Ia bersuara lewat daun yang layu, sungai yang keruh, tanah yang retak, dan langit yang tak lagi teduh, tetapi suara itu sering luput dari telinga kita. Puisi-puisi dalam buku ini adalah cara kami membantu manusia untuk kembali mendengarkan,” ungkap Ketua Kagama Poetry Reading itu.

Para pembaca puisi yang akan tampil adalah Novi Indrastuti, Sriyanti, Sastro Prayitno, Risma Nur Rahmawati, DjakMa, W.S. Dona Ikasari, Rin Surtantini, Yoseph Yapi Taum, Vidya Devia Ardania, Sabatina RW, Darwito, Roro Hastina, Sonia Prabowo dan Harno Depe. Lagu puisi dan musikalisasi puisi akan diisi oleh Yupi dan Gati Andoko.

Koordinator SBP Ons Untoro menyebutkan, sinergi antara SBP dan Kagama, khususnya Komunitas Kagama Poetry Reading, setidaknya sebagai tanda, bahwa perguruan tinggi, lebih-lebih yang memiliki Fakultas Sastra, memang diperlukan, sehingga antara perguruan tinggi dan komunitas sastra dapat saling mengisi dan menguatkan.

“Sinergi perguruan tinggi, yang telah berlangsung selama dua tahun ini, malah dangan sekolah tinggi yang tidak memiliki jurusan sastra, dalam hal ini STPMD ‘APMD’ Yogyakarta,” kata dia. (*/mar)