News  

Di Gereja Bantul : Misa HUT RI, Upacara Bendera, dan Ultah Romo Merdi

Romo Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr memotong tumpeng dan memberikan kepada orangtuanya serta memotong kue dan memberikan kepada Romo Chosmas Christian Timur, Pr. dalam Misa Ekaristi di Gereja Santo Yakobus Bantul DIY, Minggu 17/8/2025. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Paroki Gereja Santo Yakobus Bantul DIY berkenaan HUT ke-80 Republik Indonesia bertema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” melaksanakan tiga agenda dengan khidmat, semangat dan penuh suka cita. Ketiga agenda itu adalah Misa Ekaristi, upacara bendera, dan syukuran ulang tahun (ultah) ke-41 pastor paroki Romo Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr. di gereja dan kompleks gereja Jalan Mgr. Albertus Sugiyopranoto No. 1 Bantul DIY, Minggu (17/8/2025) pagi.

Misa Ekaristi dipimpin oleh Chosmas ChristianTimur, Pr. yang didampingi Romo Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr., upacara bendera di kompleks parkir gereja dengan pembina Romo Merdi dengan pelaksana upacara Ibu-ibu Paroki, dan syukuran ulang tahun Romo Merdi di panti paroki yang dikoordinasi Ibu-ibu Paroki.

Dalam liturgi sabda, umat mendengarkan bacaan I dari kitab Sirakh yang menekankan para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya, dalam bacaan II dari Surat Pertama Santo Petrus dengan ajakan berlakulah sebagai orang yang merdeka, dan bacaan Injil dari Santo Mateus yang mengisahkan tentang kewajiban membayar pajak kepada kaisar dan memberikan hal lain kepada Allah.

“Hiduplah sebagai orang-orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja,” kata Romo Oot, panggilan akrab Romo Chosmas Christian, mengutip ayat bacaan II seraya menambahkan agar kita juga merdeka dalam mengampuni. .

Dalam doa umat, Romo Oot mengemukakan, kemerdekaan dan tanah air yang berlimpah rahmat diberikan kepada kita oleh Allah Bapa Yang Maha Baik karena Ia begitu menyayangi kita. “Marilah kita meluhurkan nama-Nya dan memanjatkan doa kepada-Nya,” kata dia.

Sedangkan umat antara lain berdoa, “Tuhan Allah Yang Maha Esa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus.Tuntunlah kami agar dapat mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan selalu memperjuangkan keadilan dan cinta kasih.”

Setelah doa sesudah komuni, umat diajak berdoa Lustrum Kevikepan Yogyakarta Barat yang antara lain berupa permohonan untuk membantu umat agar bertumbuh dalam kelima bidang hidup menggereja yakni bidang liturgia, kerygma, diakonia, koinonia dan martyria di tengah perubahan masyarakat. (mar)