bernasnews – Penulis berbakat Adeste Adipriyanti yang kelahiran Jakarta dan kini menetap di Tangerang siap melaksanakan Intimate Talk tentang novel barunya “Katri”. Pertemuan bertajuk “Perempuan dalam Sastra” dengan moderator Ruhaeni Intan ini dilaksanakan di Buku Akik, Jalan Kaliurang Km 12, Gang Besi Raja No 60 D, Candi Karang, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, Jumat (8/8/2025) pukul 16.00 – 18.00 WIB.
Novelis/biografer Herry Gendut Janarto kepada bernasnews mengatakan, Adeste berkarier di dunia media lintas format sebagai jurnalis koran harian, majalah gaya hidup, hingga menjadi editor media digital. Selain aktif di industri media, dia juga menulis esai dan cerpen.
“Adeste sempat menerbitkan kumpulan cerita pendek kolaboratif pertamanya, ‘Little Stories’. Sedangkan ‘Katri’ merupakan novel pertamanya,” kata dia.
Dalam novel “Katri” antara lain dikisahkan sebuah peristiwa di Desa Trunuh, Oktober 1965. Tiga hari setelah suaminya menghilang, Katri ditembak. Ia tengah hamil anak pertama. Usia kandungannya tujuh bulan saat peluru dimuntahkan dari jarak amat dekat agar hidupnya benar-benar tamat. Katri mengira, delapan belas tahun dihidupnya telah berakhir di titik itu.
Keindahan masa remajanya lenyap dalam sekejap. Kegiatan kesenian yang disenanginya ternyata ancaman bagi sekelompok orang yang ingin ia ditangkap. Sejak saat itu, rentetan kemalangan datang silih menyusul. Ia dibawa dari satu kamp ke kamp lain, dari satu penjara ke penjara lain. Bagi Katri, hidup tak memberikan pilihan selain bertahan. Pertanyaannya untuk siapa Katri bertahan? (mar)











