bernasnews – SMP Maria Immaculata Yogyakarta melaksanakan kegiatan belajar yang inovatif dan menyenangkan untuk mata pelajaran matematika di sekolah setempat, Senin (28/7/2025). Guru matematika Fransiska Krisdanari, S.Pd., yang biasa dipanggil Bu Ida, memilih metode pembelajaran berbasis permainan untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman tentang operasi hitung bilangan bulat kepada siswa kelas VIIC.
Dalam kegiatan tersebut, para murid diharapkan dapat memahami bahwa bilangan dengan angka yang sama tetapi tanda berbeda itu saling berlawanan, menyadari bahwa nol adalah titik acuan pada garis bilangan, dan memahami konsep garis bilangan bulat.
Para murid dibagi menjadi tiga kelompok dan berbaris di belakang kelas. Dengan panduan suara serta gerakan tangan dari Bu Ida, mereka mengikuti rangkaian instruksi yang menggambarkan konsep bilangan bulat secara langsung dan interaktif. Misalnya, tangan yang menunjukkan banyak lompatan, sementara mulut mengucapkan arah lompatan sesuai konsep garis bilangan.
“Lompat ke kiri, tangan dan tiga jari diangkat,” yang berarti melompat ke kiri sebanyak tiga langkah, atau “Lompat ke kanan dan ke depan,” yang menandakan gerakan positif. Di sisi lain, “Lompat ke kiri dan ke belakang” menunjukkan gerakan negatif.
Melalui permainan ini, siswa dilatih untuk lebih terarah dan fokus, serta mampu memahami konsep arah dan tanda dari bilangan bulat secara praktis. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk melatih konsentrasi dan meningkatkan fokus siswa selama proses belajar.
Efek yang diharapkan dari kegiatan ini adalah siswa mampu membandingkan bilangan bulat dengan benar, dan mampu menjelaskan operasi penjumlahan bilangan bulat dengan bantuan garis bilangan secara lebih jelas.
Kegiatan ini tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif tetapi juga mampu membangun semangat belajar dan rasa percaya diri siswa. Banyak dari mereka menunjukkan antusiasme tinggi, suasana kelas menjadi lebih hidup dan penuh semangat.
Inovasi pengajaran seperti ini merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi tantangan rendahnya minat dan motivasi siswa dalam belajar matematika, yang selama ini sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan.
Semoga kegiatan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lain untuk menggabungkan inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran, demi terciptanya suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. (mar/Sr. M. Soviani, OSF, S.Pd., Kepala SMP Maria Immaculata, Yogyakarta)











