bernasnews – Penelusuran jejak sejarah PMI “Yogyakarta” masih terus dilakukan dalam rangka penyusunan buku lintasan perjalanan pengabdian PMI Yogyakarta yang dimulai sejak Juni 2024. Mendekati Hari Peringatan lahirnya PMI “Yogyakarta” yang akan jatuh pada bulan September 2025, Tim Buku PMI berburu dokumentasi ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Jumat (18/7/2025). Dokumentasi tersebut akan dimuat dalam Buku Dasa Windu PMI Yogyakarta yang direncanakan launching pada 29 September 2025.
Rombongan terdiri dari Ichsan Malik (Humas PMI Kota Yogyakarta), Boby Viscananto (Staf PMI Kota Yogyakarta) dan Ayunda Widosari (Staf PMI Kota Yogyakarta), serta Rian (Driver PMI Kota Yogyakarta). Dengan bantuan petugas TMP Gunawan, Tim melacak lokasi makam dan memotret nisan para anggota PMI di antara ribuan makam para Pahlawan yang gugur dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Tidak hanya melakukan dokumentasi, Tim juga bekerja bakti melakukan perawatan terhadap makam para pahlawan PMI atas izin Petugas yang berjaga di TMP. Tim dengan peralatan seadanya, di tengah teriknya sinar matahari, memoles kembali ukiran nama-nama Pahlawan PMI di batu nisan yang sudah mulai pudar. Para Pahlawan tersebut diantaranya ada yang gugur pada saat pecahnya Serangan Umum 1 Maret 1949 atau sering dikenal dengan SO 1 Maret 1949.
MEREKA YANG BERJASA DAN TIDAK BOLEH DILUPAKAN
Seperti yang telah tertulis dalam sejarah, bahwa PMI memiliki peran yang sangat penting pada masa perjuangan kemerdekaan RI. Dengan semangat kesukarelawanan, mereka merawat dan menolong para korban perang yang terluka meskipun pada akhirnya mereka harus rela ikut gugur dalam medan perang.
Terdapat 15 orang Pahlawan PMI yang dimakamkan di TMP Kusumanegara Yogyakarta. Salah satu yang telah banyak dikenal dalam cerita sejarah Nasional yaitu Prof. dr. M. Sardjito (Rektor Pertama Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta). Selanjutnya : Soebarman, Rr. Sri Rochani Ati Sutji, Margono, Purwohusodo, Saronodipodjo, Mbok Ronokarijo, Sutardjo, Slamet Pego, RT Sukardinah, Narowi, dr. Purnomo, Ben Ony Singodrono, dan dua Pahlawan Tanpa Nama.
Meski namanya jarang didengar dalam sejarah Nasional, para Pahlawan tersebut memiliki jasa yang luar biasa dan tanpa pamrih, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Atas pengorbanan yang luar biasa tersebut, nama dan jasa mereka akan diabadikan dalam Buku Dasa Windu PMI Yogyakarta.
Semangat kesukarelawanan tersebut terus tumbuh di dalam jiwa para anggota PMI di seluruh penjuru negeri. Penulisan buku yang terus berjalan hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan terdalam dan persembahan kepada mereka yang telah gugur dalam bertugas. Buku ini juga sebagai media untuk menularkan semangat para pendahulu kepada generasi saat ini di masa yang akan datang, sebagaimana lirik lagu Mars PMI “…PMI menghantarkan jasa…”. (mar/Ayunda Widosari, Staf PMI Kota Yogyakarta)











