bernasnews – Tepat pada hari penayangan perdananya, Film Believe: Mimpi, Takdir dan Keberanian langsung mencuri perhatian publik. Di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), tagar #FilmBelieve2025 ramai digunakan warganet yang membagikan pengalaman menonton film yang tayang secara nasional mulai 24 Juli 2025 ini.
Berbeda dari film bertema militer kebanyakan, Believe menyajikan kisah yang jauh lebih dalam dari sekadar aksi perang. Cerita film ini berpusat pada seorang anak prajurit yang tumbuh di tengah kondisi sulit, bergulat dengan luka masa lalu, dan akhirnya memahami makna sejati dari keberanian dan pengabdian. Nuansa emosional dalam cerita itulah yang membuat film ini terasa begitu menyentuh.
Reaksi netizen memperlihatkan betapa kuatnya dampak emosional yang ditinggalkan film ini. Salah satu pengguna X, @nurrie_lestari, menulis:
“Ini bukan cuma film laga perang. Ini tentang keluarga. Tentang mereka yang mengangkat senjata… dan mereka yang hanya bisa menunggu dalam diam — antara harapan dan kehilangan.”
Cuitan ini mendapat ratusan retweet dan likes, menandakan banyak orang merasa terhubung dengan pesan yang disampaikan film tersebut.
Sementara itu, akun @BosRQ_ menyebut bahwa film ini bukan hanya soal hiburan semata.
“#FilmBelieve2025 bukan cuma hiburan, tapi juga tamparan halus soal arti perjuangan dan keluarga. Dalem banget ceritanya!” tulisnya.
Salah satu reaksi paling disorot datang dari @alanalaa_ yang menyoroti performa para aktor:
“Baru nonton #FilmBelieve2025 dan jujur, akting Ajil Ditto & Adinda Thomas tuh emosinya dapet banget! Cerita tentang keluarga dan perjuangan ini dalem, apalagi dialog ‘takdir itu pilihan’ masih kebayang terus. Siap-siap tisu ya ✨”
Dialog “Takdir itu pilihan” memang menjadi salah satu kutipan yang banyak dibicarakan di linimasa. Kalimat ini dianggap mencerminkan inti cerita film yang menyuarakan bahwa setiap orang bisa menentukan jalannya sendiri, meskipun dilahirkan dalam situasi yang tidak mudah.
Film Believe diangkat dari buku biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto berjudul Believe – Faith, Dream, and Courage karya Valent Hartadi dan tim.
Adaptasi ini mengangkat sisi humanis dari seorang tokoh militer dengan menyoroti masa kecil, perjuangan keluarga, dan nilai-nilai hidup yang dibentuk dari pengalaman pahit.
Antusiasme terhadap film ini tidak hanya terlihat di dunia maya. Sejumlah bioskop di berbagai kota melaporkan tiket ludes terjual pada hari pertama penayangan.
Beberapa komunitas, termasuk unsur TNI dan organisasi pemuda, juga mengadakan nonton bareng sebagai bentuk dukungan terhadap film nasional yang sarat makna.
Popularitas tagar #FilmBelieve2025 di media sosial menjadi bukti bahwa film ini mampu menyentuh emosi banyak orang. Ini juga menunjukkan bagaimana penonton Indonesia mulai merespons film-film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang keluarga, perjuangan, dan identitas.
Dari komentar-komentar yang beredar, tampak jelas bahwa Believe berhasil menggugah kesadaran penonton tentang nilai kehidupan yang sering kali terabaikan.
Di balik adegan-adegan perang dan ketegangan militer, terdapat pesan sederhana namun kuat: keluarga, harapan, dan keberanian memilih takdir sendiri.
Dengan respons positif yang terus mengalir dan banyaknya diskusi yang muncul secara organik di media sosial, film ini berpotensi mencetak rekor sebagai salah satu film Indonesia paling dibicarakan tahun ini.***












