News  

Penyebab Pangeran Alwaleed Koma 20 Tahun Hingga Dijuluki Sleeping Prince

bernasnews – Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud atau yang dikenal dengan julukan Sleeping Prince meninggal dunia di usia 36 tahun setelah koma selama 20 tahun. Kabar meninggalnya disampaikan langsung oleh sang ayah di unggahan X.

Perjalanan Hidup Tragis Pangeran Alwaleed

Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi, meninggal dunia pada Sabtu, 19 Juli 2025, setelah menghabiskan dua dekade terakhir hidupnya dalam kondisi koma.

Kisah hidupnya yang menyedihkan telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia dan menjadikannya dikenal luas dengan julukan “Sleeping Prince” atau Pangeran Tidur.

Kabar wafatnya disampaikan langsung oleh sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal bin Abdulaziz, melalui media sosial X (sebelumnya Twitter), dalam unggahan menyentuh yang menyitir ayat suci dari Surah Al-Fajr:

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
– (QS. Al-Fajr: 27-30)

Dengan penuh rasa duka dan ketabahan, sang ayah menuliskan bahwa keluarganya menerima takdir ini dengan keimanan dan menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah.

Kecelakaan di Usia Muda

Tragedi yang menimpa Pangeran Alwaleed terjadi ketika usianya masih sangat muda, yaitu 15 tahun. Pada tahun 2005, saat sedang menjalani pendidikan militer di sebuah akademi di London, Inggris, ia mengalami kecelakaan mobil yang sangat parah. Insiden tersebut mengakibatkan cedera otak berat serta pendarahan internal yang luas.

Setelah kecelakaan itu, Pangeran Alwaleed langsung mendapatkan penanganan medis intensif. Tim dokter dari berbagai negara, termasuk dari Amerika Serikat dan Spanyol, dikerahkan untuk menangani kondisinya.

Namun, meskipun segala usaha telah dilakukan, ia tidak pernah benar-benar sadar kembali. Ia terus hidup dalam keadaan koma yang panjang, dengan alat bantu medis menopang kehidupan hariannya.

Apa Itu Koma dan Mengapa Bisa Terjadi?

Menurut laman kesehatan WebMD, koma adalah kondisi tidak sadar yang berkepanjangan, di mana seseorang tidak bisa merespons lingkungan sekitarnya. Berbeda dari tidur biasa, seseorang yang koma tidak dapat dibangunkan, bahkan oleh rangsangan yang paling menyakitkan sekalipun.

Koma yang diakibatkan oleh cedera otak seperti yang dialami Pangeran Alwaleed umumnya disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Kerusakan pada sistem pengatur kesadaran otak (arousal center)
  • Perpindahan atau pergeseran struktur otak akibat trauma
  • Tekanan intrakranial yang meningkat
  • Penyumbatan atau kompresi pembuluh darah otak

Dalam kasus Pangeran Alwaleed, trauma hebat pada otaknya menyebabkan fungsi kesadarannya berhenti total. Meskipun sesekali ia memperlihatkan gerakan tak sadar seperti menggerakkan kepala atau jari, kondisi itu tidak cukup untuk dianggap sebagai pemulihan kesadaran.

Salah satu sisi paling menyentuh dari kisah ini adalah keteguhan hati sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal. Selama lebih dari dua dekade, ia dengan sabar dan penuh harapan terus menjaga putranya.

Ia secara terbuka menolak saran medis untuk mencabut alat bantu hidup, dengan keyakinan bahwa masih ada harapan kesembuhan.

Beberapa video yang dibagikan oleh keluarga memperlihatkan respons kecil dari Alwaleed ketika mendengar bacaan Al-Qur’an. Video-video tersebut sempat viral dan memicu gelombang empati dari masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

Wafatnya Pangeran Alwaleed tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga kerajaan, tetapi juga bagi rakyat Arab Saudi dan dunia internasional. Tagar #SleepingPrince menjadi trending topic di berbagai platform media sosial, seiring dengan ribuan pesan belasungkawa yang terus mengalir.

Jenazah sang pangeran dimakamkan di Riyadh dan dishalatkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah. Tempat perawatan Alwaleed selama 20 tahun bahkan kerap menjadi titik spiritual yang dikunjungi warga untuk mendoakan kesembuhannya.

***