bernasnews – Merayakan hari ulang tahun ke-50 pada tanggal Kamis (17/7/2025) dan Jumat (18/7) IFI Yogyakarta (dulunya dikenal dengan nama ”Lembaga Indonesia Prancis” atau “LIP”) akan memberikan penghormatan kepada pada seniman ternama yang sempat bekerja sama di masa lalu dengan menyelenggarakan dua event tersebut.
Pada hari Kamis (17/7) pukul 19.00, sutradara Garin Nugroho akan singgah di IFI Yogyakarta, Jalan Sagan No.3 Yogyakarta untuk penayangan dua film dokumenternya yang melambangkan karyanya yakni “Icon: Sebuah Peta Budaya” (2002, 25 menit), dan “My Family, My Film, My Nation” (1998, 30 menit). Pemutaran film akan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dalam bahasa Indonesia dan dimoderatori oleh Akbar Yumni dari Forum Fil
Kemudian pada hari Jumat (18/7) pukul 19.00, penulis Elizabeth D. Inandiak, seniman lukis dan dalang Heri Dono, serta penari Didik Nini Thowok akan merenungkan 30 tahun kolaborasi mereka dengan IFI Yogyakarta melalui proyek seni dan sastra yang berakar kuat pada budaya lokal, Jawa dan Indonesia.
Ketiga seniman juga akan tampil bersama Mukhtar Hadi “Borju” menampilkan proyek inovasi edukasi (pendidikan dan budaya perdamaian) dan kebudayaan (sastra, seni visual, tari dan sinema) yang berhubungan dengan situs bersejarah Muara Jambi (Sumatra) yang dulunya merupakan Universitas Buddha terbesar se-Asia Tenggara (dari abad ke-7 hingga abad ke-13).
Pada malam tersebut, akan berpadu berbagai acara presentasi, diskusi (dalam bahasa Indonesia), pemutaran film dan pertunjukan tari, serta akan dibuka dengan konser gamelan dari Kolektif Gayam16. Kedua acara dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum dengan pendaftaran: www.ifi- id.com/yogyakarta
Sebagai penutup, acara peringatan yang mempertemukan para rekanan, teman dan sahabat IFI Yogyakarta akan diselenggarakan pada Minggu (20/7) pukul 19.00. Acara ini hanya terbatas bagi tamu undangan. Para media yang berminat mendapatkan undangan dapat menghubungi Devi: +62 877 0554 2002 / [email protected].
Didirikan secara resmi pada 20 Juli 1975 berkat inisiatif dari para dosen jurusan bahasa Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan dukungan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, IFI Yogyakarta telah mengembangkan relasi antara Prancis dan Indonesia selama setengah abad dalam berbagai bidang (budaya, universitas, sains dan pendidikan). Sebagai tempat belajar bahasa Prancis dan juga pusat kebudayaan serta tempat berkreasi secara bebas, IFI Yogyakarta menjadi saksi berbagai generasi seniman di Indonesia, saat memulai debutnya, saat pameran, pertunjukan maupun pemutaran film. Ratusan mahasiswa Indonesia pun dapat memanfaatkan beasiswa dari IFI untuk melanjutkan belajar di Prancis.
Direktur IFI Yogyakarta François Dabin mengemukakan,” Hari ulang tahun ini merupakan kesempatan untuk mengenang petualangan luar biasa yang berhasil diraih sejak setengah abad yang lalu dan untuk memberikan penghormatan bagi semua pihak yang turut andil di dalamnya.” (*/mar)











