bernasnews – Tugas utama Palang Merah Indonesia (PMI) khususnya di Yogyakarta dalam masa revolusi adalah membantu korban perang baik yang terluka maupun yang meninggal. Kemudian juga melaksanakan bidang P3K, pengungsian, dapur umum, serta pencarian dan mengurus pemulangan 24.987 orang Romusha, 1.356 orang Heiho, dan 3.021 orang pelaut.
Kemudian pada saat pandemi Covid 19, PMI DIY melaksanakan distribusi penangan Covid 19, pelayanan disinfeksi, pelayanan ambulans, pemakaman dan pemulasaraan, dukungan psikososial, promosi kesehatan, dan program percepatan penanganan Covid 19 di 26 desa.
“Tanpa bermaksud memegahkan diri, Ayahanda saya Sultan Hamengku Buwono IX sejak awal sudah mendukung PMI. Beliau mendukung penuh berdirinya PMI Yogyakarta pada tahun 1945. Kraton Yogyakarta di bawah kepemimpinan Sultan ke-sembilan memberikan fasilitas dan dukungan logistik untuk kegiatan PMI. Termasuk pada saat masa perang dan bencana. Saya sebagai salah satu puteranya, mengetahui kiprah kemanusiaan beliau dan mencoba meneladani dalam pelayanan di PMI DIY saat ini,” kata Ketua PMI DIY G.B.P.H. H. Prabukusumo, S.Psi.
Dia mengatakan hal itu dalam Rapat Pleno Penyusunan Buku Sejarah 80 Tahun PMI Yogyakarta di aula kantor setempat, Kamis (10/7/2025). Pertemuan yang dibuka oleh Ketua Pelaksana Tugas PMI Kota Yogyakarta Irjen Pol (Purn) Drs. R.M. Haka Astana, M.W., S.H. ini juga menghadirkan nara sumber Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan Yogyakarta K.H. Muhammad Jazir ASP, Dosen Departemen Sejarah FIB UGM Baha’Uddin, M.Hum, Kabiro Kesekretariatan Badan Diklat PMI Pusat Indra Yogasara, dan Ketua Pelaksana Tugas Badan Diklat PMI DIY Warjiyani.
Dalam rapat pleno itu, Gusti Prabukusumo menampilkan koleksi empat foto lama saat Sultan HB IX menerima kunjungan Assistent Resident Christiaan Abbenhuis dan Gubernur Lucien Adam di rumah sakit PMI di Yogyakarta, tahun 1940. Juga foto rumah sakit darurat yang menempati Gedung Juliana Stolbelschool di Yogyakarta, tahun 1940.
Kemudian saat pendemi Covid 19 di DIY, lanjut dia, PMI DIY tidak kurang memberikan distribusi bantuan sebanyak 45 item. Mulai dari alat sprayer, baju hazmat, cover sepatu, facesshield, sarung tangan medis, sampai aneka vitamin, sabun mandi PMI, susu soye, dan sebagainya.
“Pada situasi Covid 19, berdasar data tanggal 16 September 2021, warga DIY yang positif terpapar sebanyak 153.560 orang, sembuh 144.377, dan meninggal 5.108. Peran serta para relawan, selain petugas PMI, sungguh luar biasa di masa lalu dan kini, Oleh karenanya, saya selalu salut atas pengorbanan dan pelayanan kemanusiaan mereka.
Visi PMI yang berasaskan Pancasila adalah terwujudnya PMI yang profesional, berintegritas dan bergerak bersama masyarakat,” kata Gusti Prabukusumo. (mar)











