News  

Buruh Freelance Ekspedisi Tertemper KRL di Stasiun Lempuyangan, Terseret 15 Meter Saat Menyeberang Rel

bernasnews – Suasana pagi di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kamis, 10 Juli 2025 sekitar pukul 05.10 WIB, seorang buruh lepas ekspedisi mengalami kecelakaan tragis saat sedang bekerja.

Korban bernama Hari Purwanto (36), warga Sonopakis Loe RT 3, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, tertemper KRL Jogja–Palur yang tengah melintas menuju peron.

Informasi dari Polresta Yogyakarta, melalui Kasi Humas Ipda Gandung, menyebutkan bahwa korban saat itu sedang menyeberangi rel dari arah selatan ke utara. Tanpa disadarinya, KRL dari arah barat sedang mendekat dan hendak berhenti di stasiun.

“Saksi mata di lokasi kejadian, Sujiman (47), karyawan ekspedisi Herona Express, menyaksikan langsung detik-detik tragis itu,” ujar Ipda Gandung.

Saksi lainnya, seorang satpam Stasiun Lempuyangan bernama Angger Setyo Wibowo (29), juga berada di lokasi dan sempat melihat korban berlari menyeberangi rel.

Angger berusaha memperingatkan Hari dengan teriakan, namun semua sudah terlambat. KRL menghantam tubuh bagian kanan korban dengan keras, membuat tubuhnya terpental dan terseret sejauh 15 meter.

Kejadian itu membuat beberapa penumpang yang sedang menunggu kereta histeris. Mereka menyaksikan tubuh Hari Purwanto tergeletak bersimbah darah tak jauh dari rel.

Petugas dari PT KAI segera bertindak. Ambulans PSC 119 dipanggil untuk mengevakuasi korban ke RSUP Dr. Sardjito. Sementara itu, polisi dari Polsek Danurejan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan medis menyebutkan, Hari mengalami luka berat: lengan kanannya patah, tangan kirinya remuk, dan kaki kiri mengalami luka serius. Petugas medis segera memberikan pertolongan darurat begitu korban tiba di rumah sakit.

Kasi Humas Ipda Gandung mengingatkan kembali pentingnya kewaspadaan saat berada di sekitar jalur kereta. Ia menekankan bahwa kecelakaan bisa terjadi dalam hitungan detik, terlebih di kawasan stasiun yang ramai aktivitas sejak dini hari.

“Satu detik lengah di jalur kereta bisa merenggut nyawa,” tegas Gandung.

Pihak PT KAI juga turut mengimbau para pekerja ekspedisi dan pengunjung stasiun agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi rel.

Mereka menegaskan bahwa menunggu kereta berhenti sepenuhnya sebelum menyeberang merupakan langkah wajib demi keselamatan diri. (Eln)