bernasnews — PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Inhouse Training Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bekerja sama dengan Indonesian Certification Center (ICC) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI).
Kegiatan ini merupakan Batch ke-3 dari rangkaian pelatihan dan sertifikasi P3K yang diperuntukkan bagi karyawan PT KAI dari berbagai Daerah Operasi (DAOP), yang berlangsung di di Jakarta, pada tanggal 1–3 Juli 2025.
“Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung penanganan pertolongan pertama,” kata Ferdian Adi selaku Chief Technology Officer ICC, Kamis (10/7/2025).
Sebelumnya, lanjut Ferdian, Batch 1 telah dilaksanakan pada April 2025 dengan diikuti oleh 17 peserta, dan Batch 2, pada Mei 2025 dengan 24 peserta. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PT KAI dalam meningkatkan kompetensi SDM di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dalam setiap aktivitas pekerjaan, risiko kecelakaan kerja selalu mengintai. Baik yang bersumber dari tindakan tidak aman (unsafe action) maupun kondisi lingkungan kerja yang berbahaya (unsafe condition), kecelakaan bisa berakibat fatal. Pelatihan P3K ini hadir sebagai solusi untuk meminimalisir dampak kecelakaan melalui kehadiran petugas yang terlatih dan tersertifikasi secara resmi oleh negara.
Selama pelatihan, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan krusial, di antaranya:
– Penilaian kondisi korban dan body check
– Teknik CPR dan bantuan hidup dasar (Basic Life Support)
– Penanganan luka, perdarahan, syok, hingga gangguan suhu ekstrem
– Teknik pembalutan dan pembidaian
– Evakuasi korban dan penggunaan perlengkapan P3K
– Simulasi kejadian darurat secara langsung
“Semua materi disampaikan oleh instruktur profesional bersertifikat, dengan pendekatan simulatif dan berbasis standar Kemnaker RI,“ tegas Ferdian.
Program ini bertujuan mencetak First Aider profesional yang siap bertindak cepat dan tepat saat terjadi kecelakaan atau kondisi medis darurat di lingkungan kerja. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keselamatan kerja, tetapi juga mengurangi potensi kerugian perusahaan secara signifikan.
“Kesuksesan kegiatan ini menjadi bukti bahwa investasi pada pelatihan keselamatan kerja adalah langkah strategis yang wajib diprioritaskan oleh setiap perusahaan, terutama yang bergerak di sektor operasional tinggi seperti perkeretaapian,“ beber Ferdian.
Indonesian Certification Center (ICC) membuka kesempatan luas bagi perusahaan lain yang ingin menyelenggarakan pelatihan serupa, baik secara inhouse training maupun publik, dengan dukungan penuh dari Kemnaker RI.
“Apakah Anda siap menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkompeten? Bergabunglah bersama ICC, dan jadilah bagian dari transformasi budaya K3 di Indonesia,“ pungkasnya. (*/ ted)












