bernanews – Guna memastikan musim liburan sekolah tahun ini berjalan aman, nyaman, dan berkesan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/3/HK.01.03/MP/2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperkuat pengawasan dan pelayanan destinasi wisata, termasuk di Kota Yogyakarta yang setiap tahunnya menjadi salah satu kota tujuan utama para wisatawan selama musim liburan.
Sebagai respons atas surat edaran tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata mengambil langkah cepat dan konkret. Mereka meminta seluruh pengelola destinasi wisata dan pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan kualitas layanan dengan menerapkan prinsip CHSE yang mencakup aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan.
“Kami menghimbau seluruh pengelola destinasi dan pelaku usaha jasa pariwisata untuk menerapkan prinsip CHSE serta memperkuat manajemen risiko pariwisata,” ujar Kepala BIdang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Sri Arika dalam pernyataan pada Rabu (25/6/2025).
Tidak hanya itu, dinas juga memperkuat sinergi lintas sektor mulai dari asosiasi perhotelan, rumah sakit, kepolisian, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) untuk mempersiapkan berbagai skenario darurat di destinasi wisata. Dinas Pariwisata juga mendorong seluruh pelaku usaha untuk memastikan transportasi wisata yang digunakan layak jalan dan aman, serta memantau langsung kesiapan petugas pelayanan seperti pemandu wisata dan tim keamanan di lapangan.
Untuk mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat, tim dari bidang pemasaran telah menyiapkan materi edukatif dalam bentuk infografis digital yang akan disebarkan melalui media sosial resmi Dinas Pariwisata. Infografis tersebut memuat rangkuman dari Surat Edaran Menparekraf serta imbauan dan tips liburan aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama musim liburan sekolah. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya berwisata secara bertanggung jawab dan waspada terhadap potensi risiko.
Sementara itu, Kepala Bidang Daya Tarik Wisata, Yurnelis Piliang menyebut telah menerjukan timnya langsung ke berbagai lokasi wisata populer di Kota Yogyakarta untuk memastikan kesiapan fasilitas, penerapan SOP, serta strategi mitigasi jika terjadi keadaan darurat. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap titik wisata benar-benar siap menerima lonjakan pengunjung dalam jumlah besar.
Tak hanya di destinasi wisata, pengawasan juga diperluas hingga ke sektor usaha pariwisata seperti hotel dan restoran. Dinas memastikan bahwa seluruh penyedia layanan telah menjalankan prosedur operasional standar dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan.
Dengan langkah-langkah ini, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta berharap musim liburan tahun ini tidak hanya menjadi momentum wisata yang menyenangkan, tapi juga aman bagi semua pihak.
“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata dan wisatawan untuk sama-sama menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan selama berlibur di Jogja,” ungkapnya. (nun)











