bernasnews – Founder dan CEO Kopi Kreatif (KOKE) Yudhi Prasetyo mengatakan, bisnis harus dimulai dari mindset terlebih dahulu dan dilanjut dengan konsistensi. Kita mulai dari mindsetnya dulu, yang kedua konsistensi yaitu melakukan hal berulang kali terus menerus, mau untung mau rugi jalan terus.
“Cara memajukan desa melalui UMKM adalah membangunnya dari dalam sebagaimana kita belajar dalam sejarah gerakan koperasi, Keberhasilannya bukan ditentukan oleh besarnya modal. Tapi oleh kepercayaan dan komitmen bersama. Kalau sesama pelaku tidak saling percaya, maka tidak akan terjadi yang namanya ekosistem.” kata Yudhi Prasetyo.
Dia mengemukakan hal itu dalam acara Sosialisasi Pengembangan Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil, dan Menengah) Gerai MPP (Mal Pelayanan Publik) yang diadakan oleh Kemantren Wirobrajan Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Mikro) Kota Yogyakarta di Kantor Kemantren Wirobrajan, Yogyakarta, Senin pagi (16/6/2025).
Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pelaku UMKM Gerai MPP ini dihadiri oleh Mantri Pamong Praja (MPP) Wirobrajan Sarwanto, perwakilan Dinas Prindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Founder dan CEO Kopi Kreatif (KOKE) Yudhi Prasetyo selaku narasumber, serta para pelaku UMKM di wilayah Kemantren Wirobrajan.
EVALUASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS
MPP Wirobrajan Sarwanto melalui wawancara mengungkapkan, selama ini Forkom UMKM bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta untuk pelaku usaha mendisplay usahanya di Gerai MPP (Mal Pelayanan Publik) Balaikota Yogyakarta. Harapannya sosialisasi ini dapat menjadi evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas para pelaku usaha agar mereka semakin terbuka wawasannya.
“Jadi tadi kegiatan kita bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta. Kemudian yang disasar para pelaku UKM yang ada di wilayah Kemantren Wirobrajan. Kebetulan selama ini Forkom UMKM bekerja sama dengan Dinas Perindustrian untuk memberi kesempatan pelaku usaha mendisplay usahanya di Gerai MPP (Mal Pelayanan Publik).
Nah ini bagian dari evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas para pelaku usaha agar mereka semakin terbuka wawasannya. Tadi makanya menghadirkan narasumber yang sudah punya pengalaman dan sukses dalam bisnis dan usahanya sekaligus akademisi. Jadi diberi ilmu-ilmu baru wawasan wawasan baru sehingga para pelaku ini tambah wawasanlah, terkait pemasaran, terkait dengan produk dan lain sebagainya jadi tujuannya seperti itu. Jadi memberikan tambahan wawasan ilmu pada para pelaku agar mereka bisa tambah punya keterampilan, tambah ilmu, yang dapat mereka manfaatkan untuk mengembangkan bisnisnya,” kata dia.
Menurut MPP Wirobrajan, di Kemantren Wirobrajan ada fasilitasi Forkom UMKM kemantren ini untuk mereka bisa saling silaturahmi, bisa saling koordinasi, kita ada fasilitasi rapat koordinasi setahun ada berapa kali. Dan itu kesempatan bagi mereka untuk konsolidasi kemudian juga seperti ini tadi menghadirkan narasumber yang kapabel sehingga ilmu mereka bertambah sehingga dapat bermanfaat untuk para pelaku ini bisa, kalau istilahnya bisa naik kelas.
“Kita berusaha ke depannya bisa menghubungkan para pelaku UMKM ini dengan para pengusaha besar. Misalnya kita dengan pihak hotel sehingga produk-produk yang dipasarkan oleh pelaku ini tidak hanya sekedar yang sudah-sudah tetapi bisa menjangkau lebih luas. Misalnya, yang sedang kita jajaki di Hotel Forriz di Jalan HOS Cokroaminoto, mereka memberikan kesempatan display di tempat mereka seperti itu yang mau kita usahakan. Dan di hotel di jalan sebelah barat Bank Jogja itu juga yang sebelumnya juga kita sudah berusaha bekerja sama,” kata Sarwanto. (mar/Ajeng Putri Anggraini CP, Mahasiswi Sekolah Tinggi Multi Media, magang wartawan di bernasnews)












