bernasnews – Kecelakaan lalu lintas di jalanan semakin meningkat. Hal itu disebabkan banyaknya kepemilikan kendaraan bermotor, ruas jalan yang kurang dan yang paling pokok adalah kedisiplinan pengguna kendaraan bermotor. Dalam upaya mengurangi angka kecelakaan haruslah masyarakat mentaati aturan berlalulintas ajak sekda Sleman Drs. Susmiarto, MM dalam acara Sosialisasi Tertib Berlalulintas Masyarakat Berbah pada hari Rabu 5 Juni 2025 jam 20.00 di Pendopo Guntur Yoga Purnawan Kotengan Baru, Kranggan 2, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.
Sekda Sleman yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana MT, kepala bidang Angkutan Keselamatan Dishub Sleman Marjana, ST, ketua Fraksi komisi A DPRD kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan, ST, Kamsel satlantas Polresta Sleman AKP. Jarot Windarto. Juga hadir Kabid Pengendalian Operasional dishub DIY Sumaryoto. Dalam kesempatan itu sekda Sleman menyampaikan bahwa banyak yang faktor yang mempengaruhi meningkatnya angka kecelakaan di jalanan. Salah satunya adalah tingginya kepemilikan kendaraan di kabupaten Sleman dan di Indonesia. Naiknya kepemilikan kendaraan bermotor menyebabkan kepadatan jalan pada ruas tertentu dan pada jam paling sibuk.
Pemerintah lewat dinas perhubungan sudah banyak mengantisipasi kecelakaan dengan memberikan rambu rambu larangan, Peringatan, petunjuk dan Marka jalan.
Semua aturan tersebut sudah melalui perhitungan dan kajian mendalam sebagai bagian upaya pemerintah untuk menjaga keselamatan, mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi di jalan raya.
Namun kadang keegoisan pribadi dengan dalih terburu-buru, mengejar setoran dan lain sebagainya menyebabkan terjadi pelanggaran rambu lalunlintas dan sering menimbulkan kecelakaan.
“Selalu disiplin, taati peraraturan lalulintas, tertib berkendara menjadikan situasi yang nyaman, tertib dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.” Pungkas sekda Sleman.
Dalam kesempatan itu pula Sekda Sleman memberikan alat keselamatan lalulintas secara simbolis diterima oleh Dukuh Jragung Sutikno. Alat keselamatan tersebut berupa senter stick (Traffic Boton) senter yang bisa dipergunakan pada malam hari untuk mengarahkan lalu lintas , tanda stop, Traffic cone berbentuk kerucut untuk penanda jalan yang bisa dipindahkan.
Harapannya pralatan tersebut bisa dipergunakan sebagai upaya mengurangi kecelakaan menjaga kenyamanan berlalu lintas.
Ketua komisi A DPRD Kabupaten Sleman Guntur Yoga Purnawan, menyampaikan bahwa program popok pikiran (pokir) merupakan ajuan dari periode dewan sebelumnya ketika dirinya masih pada komisi D yang terkait dengan dinas perhubungan.
Pokir sosialisasi tertib lalulintas ini mengambil 10 paket ditujukan untuk 10 titik padukuhan yang ada di Kalurahan Jogotirto. Kegiatan ini bertahap untuk sepuluh padukan bergantian. Tiap padukuhan akan diambil 50 orang perwakilan
Adapun tujuan kegiatan ini adalah agar supaya masyarakat bisa mengerti pentingnya tertib berlalu lintas. Masyarakat bisa terhindar dari kecelakaan.
Setelah mendapatkan pengetahuan tentang tertib lalu lintas bisa menularkan informasi kepada keluarga tetangga dan semua masyarakat.
“Harapannya masyarakat bisa tertib lalu lintas. Tidak terjadi kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.” (Kusnadi Berbah/nun)











