bernasnews – Salah satu tolok ukur kualitas pendidikan di satuan pendidikan atau sekolah adalah ada dan terbitnya majalah sekolah secara konsisten. Media itu dapat berupa majalah dinding, majalah cetak dan atau kini berupa media online.
Apakah semua sekolah sudah memiliki media internal dan mengusahakannya terbit secara konsisten? Harus diakui belum semua satuan pendidikan memiliki hal itu. Juga ketika ada ekstrakurikuler jurnalistik, dan apalagi kalau tidak ada, kemungkinan besar sekolah tidak menerbitkan media yang memberikan aneka manfaat itu. Tentu alasan dan tujuan, untuk ada dan tidak adanya majalah sekolah, beragam.
Di luar pendidikan, banyak elemen fungsi di masyarakat yang memiliki media internal. Namun tidak sedikit yang belum mempunyai. Apalagi dengan adanya media sosial (medsos) saat ini, pertanyaan sederhananya adalah, masih perlukah ada media internal, media khusus, atau apapun namanya? Toh melalui medsos, orang dapat berkomunikasi, berbagi informasi, dan sekaligus edukasi.
Namun karena media internal seperti itu pernah ada, dan kini banyak yang sudah tidak terbit atau bahkan belum ada sama sekali untuk sebagian komunitas, rasanya ada kerinduan menyeruak. Atau jangan-jangan, karena ketidaktahuan, ketidakmampuan dalam pengelolaan, dan ketidaksenangan akan hal itu, tidak pernah ada kerinduan?
Beruntunglah, PMI Kota Yogyakarta yang pada tahun 2008/2009an bernama PMI Cabang Kota Yogyakarta, pernah memiliki buletin DUTA PMI – Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Empat buletin setebal 14 – 16 halaman (termasuk cover depan dan belakang) yang menghiasi tulisan ini diperoleh bernasnews dari Humas PMI Kota Yogyakarta Ichsan Malik.
“Ya, dulu kami (pernah) memiliki Buletin DUTA PMI. Namun setelah beberapa tahun, tidak terbit. Kami masih merindukan dapat terbit lagi. Semoga ke depan, dibantu para relawan, media kepalangmerahan ini dapat terbit kembali,” kata Ichsan kepada bernasnews di kantornya, Jalan Tegalgendu 25 Kotagede, Yogyakarta, Rabu (28/5/2025).
Mencermati isi empat buletin itu, sudah cukup mewakili motto yang diusung yakni sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi. Ada laporan utama, berita-berita, profil tokoh, artikel, dan beberapa informasi penting.
Edisi Mei-Juli 2008 menyajikan tulisan Pengurangan Risiko Bencana dengan Pengorganisasian Masyarakat, Mari Lakukan Adaptasi Perubahan Iklim berkenaan Hari Palang Merah Sedunia 8 Mei, Apa Kata Masyarakat tentang PMI dan Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim, Apel Siaga Sambut Peringatan Hari Palang Merah Sedunia, artikel Awalnya Cuma Permintaan Kerabat, profil Pendonor Darah Sebanyak 50 Kali, Ranting Itu Penting : Mengoptimalkan Peran PMI Ranting, Pendonor Darah Sukarela, Malam Keakraban PMR PMI Cabang Kota Yogyakarta. Laporan Panitia Bulan Dana PMI Cabang Kota Yogyakarta, sampai jadwal keberangkatan kereta api.
Kemudian Edisi Agustus-Oktober 2008 antara lain menyajikan laporan Sekolah Siaga Bencana PMI, profil Rika Afami Hartono Duta PMI, International Youth Echhane Program, opini Peran Serta PMI Ranting dalam Pengentasan Kemiskinan di Kota Yogyakarta.
Edisi November 2008 – Januari 2009 antara lain menyajikan laporan Relawan PMI Cabang Kota Yogyakarta, Sejarah PMI C abang Kota Yogyakarta, Pengelompokan Bencana Berdasar Penyebabnya, Cara Pertolongan Pertama pada Luka Bakar, Kisaah di Balik Kemanusiaan.
Edisi Januari – Mei 2009 antara lain menyajikan laporan Siaga Pemilu 2009, Rangkaian Peringatan Hari Palang Merah Sedunia 8 Mei, galeri foto Dunia Kita, Aksi Anda, Roadshow Kepalangmerahan, profil KRT Ade Heru Husodo. (mar)










