bernasnews – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei menjadi motentum yang tepat untuk refleksi diri siapa saja atau lembaga apa saja yang berkomitmen terhadap pentingnya pendidikan bagi kehidupan. Tidak terkecuali bagi Sekolah Dasar Marsudirini Yogyakarta yang memiliki agenda Launching Marsudirini Diary di sekolah setempat, Jumat (2/5/2025) dengan menu : Pembukaan dan Pentas Seni, Launching Marsudirini Diary, dan Menulis Diary.
“Agenda Ini adalah satu diantara tujuh kegiatan dalam rangka 105 Tahun SD Marsudirini Yogyakarta. Pertama, Launching Instagram Komite pada 14 Februtrari 2025. Kemudian Launching Marsudirini Diary pada 2 Mei, Fun Walk pada 13 Juni, Misa 105 Tahun dan Temu Alumni pada 28 Juni, Konser Drama Musikal pada 8 Agustus, Open House pada 4-6 September, dan Bedah Buku Karya Siswa pada 29 Oktober 2025.
Harapan kami, dengan kegiatan menulis diary di rumah dapat menggerakkan literasi keluarga dan sekaligus literasi sekolah,” kata Kepala SD Marsudirini Yogyakarta FX Oktaf Laudensius, S,Si., M.M. kepada bernasnews, Kamis (1/5).
Menurut Oktaf, pada Jumat (21/3) yang lalu pihak sekolah melaksanakan pre-launching Marsudirini Diary dalam tema “Keindahan Menulis Buku Diary Harian dalam Keluarga”. Acara yang menghadirkan seorang narasumber pegiat literasi ini diikuti oleh 115 orang tua siswa.
Ketua panitia kegiatan Maria Dwi Kurniasih mengemukakan, menulis diary bukan sekadar mencatat peristiwa tetapi juga merekam emosi, impian dan pelajaran hidup yang berharga. Bersama keluarga, kegiatan ini menjadi lebih bermakna, karena kita dapat berkongsi cerita, ketawa, dan bahkan air mata, mencipta warisan kenangan yang akan mewarisi generasi mendatang. “Mari kita jadikan menulis diary sebagai tradisi keluarga yang berharga, yang menghubungkan hati dan memperkaya jiwa,” kata dia.
Iredo Bettie P, orangtua siswa Nikola Vanka mengemukakan, “Literasi dalam keluarga merupakan rekreasi yang menyenangkan. Membaca buku adalah agenda harian kami dan saling bercerita tentang pengalaman harian adalah agenda rutin tiap pulang sekolah dan sebelum tidur. Bahkan secara rutin anak kami setiap hari Jumat selalu menulis diary mingguan dalam Bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena pembiasaan yang kami lakukan di keluarga.” (mar)










