bernasnews – Setiap tahun, kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi dari sebuah perayaan spiritual dan budaya yang begitu memesona: Festival Lampion Borobudur.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Waisak—hari suci umat Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddharta Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.
Awalnya, festival ini hanya bersifat sakral dan diperuntukkan bagi umat Buddha saja. Namun, seiring berjalannya waktu dan tingginya antusiasme masyarakat, Festival Lampion Borobudur pun bertransformasi menjadi daya tarik budaya sekaligus destinasi spiritual populer bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Mengapa Festival Lampion Borobudur Begitu Istimewa?
Puncak acara dari peringatan Hari Raya Waisak selalu ditandai dengan momen penerbangan lampion ke langit malam.
Lampion-lampion ini bukan sekadar hiasan bercahaya, melainkan simbol harapan, perdamaian, dan penerangan batin.
Setiap lampion yang dilepas membawa serta pesan-pesan doa dan harapan dari ribuan peserta, baik yang hadir langsung maupun yang menitipkan doanya dari jauh.
Tak hanya melepaskan lampion, rangkaian kegiatan dalam festival ini juga mencakup meditasi massal, doa bersama, penulisan harapan di wishing card, serta beragam pertunjukan seni budaya dan kuliner.
Semua kegiatan ini dilakukan dalam suasana yang penuh ketenangan dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual.
Jadwal Festival Lampion Borobudur 2025
Tahun 2025, perayaan ini kembali digelar bertepatan dengan Hari Waisak yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025. Lokasi utama kegiatan akan berlangsung di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini, kawasan kompleks Candi Borobudur.
Festival ini dibagi ke dalam dua sesi, berikut rinciannya:
- Sesi Pertama: Pukul 18.00 – 20.00 WIB (pintu masuk dibuka pukul 16.30 – 17.30 WIB)
- Sesi Kedua: Pukul 21.00 – 23.00 WIB (pintu masuk dibuka pukul 20.00 – 21.00 WIB)
Panitia telah menetapkan harga tiket festival sebagai bentuk donasi partisipatif sebesar Rp500.000 per orang. Harga ini sudah termasuk:
- Akses resmi ke kawasan Candi Borobudur
- Gelang khusus masuk area festival
- Satu wishing card untuk menuliskan harapan pribadi
Link Resmi Pembelian Tiket Festival Lampion Waisak 2025
Tiket dapat dibeli mulai 4 Maret 2025 melalui platform resmi berikut:
Klik untuk beli tiket Festival Lampion Borobudur 2025
Penukaran tiket dilakukan secara langsung pada 12 Mei 2025, antara pukul 10.00 hingga 17.00 WIB di lokasi penukaran yang akan diumumkan melalui akun Instagram resmi @borobudurmeditation.
Bagi Anda yang tidak bisa hadir, jangan khawatir. Panitia juga menyediakan layanan penulisan harapan yang nantinya akan disisipkan ke dalam lampion oleh tim panitia. Layanan ini bisa diakses dengan menghubungi Admin 2 di nomor 085124795618.
Ketentuan Umum dan Aturan Saat Mengikuti Festival
Agar festival berlangsung dengan tertib dan khidmat, peserta diimbau untuk menaati aturan berikut:
- Pakaian: Wajib mengenakan pakaian putih-putih tertutup dan sopan. Hindari pakaian pendek, transparan, atau tanpa lengan.
- Larangan Membawa: Drone, makanan selama acara, atau lampion pribadi. Semua lampion disediakan panitia.
- Anak-anak: Usia di atas 5 tahun wajib membeli tiket. Anak di bawah usia tersebut harus dalam pengawasan penuh orang tua.
- Dokumentasi: Kamera dan tripod diperbolehkan, tetapi penggunaannya dibatasi hanya dari tempat duduk masing-masing.
- Minuman: Hanya diperbolehkan membawa tumbler pribadi untuk menghindari sampah plastik.
Tiket yang telah dibeli hanya berlaku untuk sesi yang telah dipilih dan tidak bisa dipindah alih ke orang lain atau ke sesi berbeda.
Sejarah dan Makna di Balik Festival Lampion Waisak
Perayaan Tri Suci Waisak di Borobudur pertama kali diselenggarakan pada tahun 1966. Kala itu, acara ini bersifat murni keagamaan.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat umum pun mulai mengenal dan ikut merayakannya dalam nuansa spiritual dan budaya.
Hari Raya Waisak sendiri dihitung berdasarkan kalender Purnama-Sidhi, dan merupakan hari libur nasional di Indonesia. Tiga momen utama yang diperingati adalah:
- Kelahiran Siddharta Gotama
- Pencerahan sebagai Buddha Gautama
- Wafatnya Gautama Buddha (Parinibbana)
Di Indonesia, peringatan ini juga disertai rangkaian acara spiritual, seperti pengambilan Air Berkat dari Mata Air Jumprit, penyalaan obor dari Api Abadi Mrapen, hingga ritual Samadhi saat bulan purnama.
Festival Lampion Borobudur 2025 bukan sekadar pesta visual yang menawan, tetapi juga momen perenungan mendalam dalam nuansa damai dan penuh harapan.
Melalui cahaya lampion yang mengudara di langit malam, setiap peserta diajak untuk merefleksikan makna hidup, melepaskan doa, dan memancarkan energi positif untuk sesama.
Dengan tiket yang kini sudah tersedia dan detail acara yang telah diumumkan, kini saatnya Anda bersiap menjadi bagian dari salah satu tradisi spiritual terbesar di Asia Tenggara.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk turut merayakan kedamaian dan menyampaikan harapan Anda ke langit melalui Festival Lampion Borobudur 2025.
***












