bernasnews — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan bangga menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2024 yang diselenggarakan, bertempat di Lapangan Terbang Gading, Kabupaten Gunungkidul, DIY, tanggal 12-18 September 2024.
Lomba KRTI 2024 diikuti oleh tim-tim mahasiswa dari seluruh Indonesia yang berkompetisi dalam berbagai kategori, seperti pesawat tanpa awak dan sistem otomatisasi penerbangan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui UNY selaku tuan rumah dan TNI-AU. Bertujuan untuk mendorong pengembangan teknologi pesawat dan drone tanpa awak, dengan potensi yang menjanjikan untuk masa depan Indonesia.
Kepala Dinas Potensi Dirgantara (Kadispotdirga) Lanud Adisutjipto Letkol. Pnb. Iwan Setiawan, S.A.P., saat wawancara dengan Tim Humas UNY menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan universitas atau perguruan tinggi.
Menurut Iwan, kolaborasi ini sangat strategis, terutama untuk memanfaatkan teknologi drone di setiap wilayah. Kerjasama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan pemerintah akan mempercepat pengembangan teknologi dan regulasi yang tepat.
“Terlebih lagi, Yogyakarta memiliki tantangan tersendiri dengan kepadatan penerbangan sipil dan militer, sehingga diperlukan kerjasama yang lebih erat untuk mengelola ketahanan wilayah udara negara Indonesia,” kata Iwan, saat ditemui di Lapangan Terbang Gading, Senin (16/9/2024).
Pihaknya juga mememberikan apresiasi terhadap kerjasama dengan UNY dalam penyelenggaraan lomba ini. “Kami sangat senang dan bangga bisa berkolaborasi dengan UNY dalam menyelenggarakan lomba KRTI ini. Inisiatif ini tidak hanya memajukan teknologi pesawat tanpa awak, tetapi juga membuka peluang besar untuk penerapannya di berbagai sektor, termasuk militer dan pemetaan wilayah Indonesia,” ujar Iwan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Operasi Dan Latihan (Kasiopslat) Lanud Adisutjipto Mayor Nav. Prasetyo Sudi W yang juga terlibat dalam acara ini menjelaskan, peluang besar teknologi drone dalam berbagai sektor, termasuk militer dan pemantauan sumber daya alam. Ia juga mengingatkan pentingnya regulasi penerbangan dalam penggunaan drone.
“Kita melihat semakin banyak drone yang beroperasi tanpa aturan, dan ini dapat mengganggu penerbangan sipil maupun militer. KRTI ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami regulasi penerbangan, serta bagaimana penggunaan drone yang tepat dan aman. Dengan begitu, kita bisa mencegah potensi konflik di udara,” ungkap dia.
“Keberadaan drone ini juga akan sangat membantu dalam pemetaan wilayah negara dan wilayah terdampak bencana dengan cepat dan akurat, tanpa perlu intervensi dari pihak asing, yang selama ini kerap terjadi ketika kita membeli pesawat dari luar negeri. Dengan teknologi ini, kita bisa lebih mandiri,” lanjut Prasetyo.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Tahwildirga Lanud Adisutjipto Mayor Pnb. Kadeck Dwi I yang berharap agar kerjasama dengan universitas dan mahasiswa terus berlanjut. Pihaknya juga berharap mahasiswa tidak hanya dapat mengoperasikan drone atau pesawat tanpa awak, tetapi juga memahami regulasi yang berlaku.
“Nantinya, kami berharap mahasiswa yang berpartisipasi dapat memperoleh sertifikasi agar mereka memahami penerbangan secara legal dan berkontribusi dalam regulasi teknologi udara di Indonesia,” ucap dia.
Acara ini diharapkan tidak hanya memajukan teknologi drone, tetapi juga memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri serta menciptakan regulasi yang mendukung perkembangan teknologi pesawat tanpa awak di Indonesia. Juga menjadi bukti komitmen UNY untuk terus berinovasi dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan teknologi di masa depan, serta memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri. (*/ ted)












