bernasnews — Buah Mlinjo (Gnetum gnemom Linn) merupakan salah satu kekayaan tetumbuhan di Indonesia, buah berbentuk seperti peluru atau pelor ini banyak dikenal oleh Masyarakat, meskipun dengan nama atau sebutan yang berbeda-beda. Seperti, maninjo (bahasa Makassar), ku’lang (Bahasa Selayar), tangkil (Bahasa Sunda), dan belinjo/ mlinjo (Bahasa Jawa).
Mlinjo dari kulit buah hingga isinya dapat dijadikan berbagai kudapan, untuk sayuran maupun camilan bahkan anak-anak zaman dahulu untuk menikmati biji melinjo cukup disangrai, dimakan seperti makan kacang kulit sudah membuatnya asyik.
Salah satu olahan buah mlinjo yang palin popular adalah empin. Selain enak menjadi kudapan dengan cara digoreng dan diberi bumbu beraneka rasa, gurih, manis, pedas sesuai selera. Emping juga bisa dimodifikasi menjagi kue kering. Hal ini, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berlokasi di Randukuning 2, Selang, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Ketua KKN UNY Randukuning 2 Vicky Danendra Aristawidya mengemukakan, bahwa pembuatan kue kering berbahan dasar emping ini karena di padukuhan tempat KKN banyak terdapat pohon mlinjo. “Konon dahulu di sini banyak pengusaha emping. Sehingga kami mengupayakan pengolahan mlinjo dengan cara yang berbeda agar warga setempat mempunyai tambahan wawasan,” ungkapnya.
Sementara, Rency Anggitasani selaku Penanggungjawab program kue kering emping memaparkan bahan-bahan serta peralatan masak yang dipakai untuk membuat kue kering mlinjo. Berikut bahan yang dibutuhkan yaitu, margarine atau mentega 72 gram, kuning telur 1 butir, krupuk emping 1 cangkir, tepung terigu protein rendah 110 gram, gula halus 60 gram, minyak goreng 100 mili liter, garam dan vanili secukupnya.
Cara membuatnya, panaskan minyak dan goreng emping hingga matang. Setelah dingin ditumbuk atau hancurkan emping hingga halus sesuai yang diinginkan. “Sementara untuk persiapan, panaskan oven pada suhu 180 derajat Celcius dan tunggu hingga siap digunakan,” terang mahasiswa D4 Teknik Boga Fakultas Vokasi UNY tersebut.
Kemudian campurkan margarine, gula halus dan vanili sehingga adonan mengembang dan berwarna kuning pucat. Tambahkan kuning telur, tepung terigu serta garam dan campur hingga merata. Masukkan emping yang telah dihancurkan dan campur rata.
“Adonan dibentuk bulat dan letakkan dalam Loyang yang telah diolesi margarine, tekan menggunakan jari. Panggang adonan kue kering selama 15-20 menit hingga matang dan kering lalu dinginkan serta simpan dalam toples. Kue kering emping siap disajikan untuk kudapan buka puasa ataupu sajian di hari lebaran mendatang,” ujar Rency Anggitasani. (*/ ted)












