bernasnews – Jumlah populasi kependudukan terus meningkat setiap tahunnya dan berdampak pada meningkatnya angkatan kerja usia muda. Kondisi tersebut tentu saja membuat persaingan secara tidak langsung mensyaratkan untuk adanya kompetensi sumber daya manusia (SDM) di era digital.
Pemerhati masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan Dra Prima Sari FLMI mengatakan gerakan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bisa menjadi instrumen penting bagi kemajuan SDM tersebut.
Apalagi PKK selama ini konsern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimulai dari unit terkecil, keluarga.
“Ini sebagaimana Peraturan Presiden No. 99 Tahun 2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” kata Pemerhati masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan Dra Prima Sari FLMI, Minggu (11/2/2024).
Sebagai instrumen penting bagi kemajuan SDM, Prima menuturkan pembinaan dan pemberdayaan dapat dilakukan sejak mulai rumah tangga hingga merambah ke masyarakat luas. Peran penting PKK inilah yang hendaknya terus digerakkan dalam setiap sektor.
Menurut dia, mengasuh anak dan remaja di era serba digital menjadi tantangan tersendiri bagi semua kalangan. Untuk membentuk karakter yang kuat dan baik diperlukan pola asuh yang dapat membentengi mereka dari efek buruk digitalisasi.
Dengan demikian anak-anak di era zaman digital saat ini bisa terjauhkan dari faktor-faktor yang dapat merusak pola pikir.
“Sudah saatnya PKK zaman now diubah. PKK harus rebranding, PKK bukan semata kumpulan arisan dan sosialita. PKK punya program yang bermanfaat untuk masyarakat. Pandemi Coviud-19 telah memaksa PKK berubah menjadi PKK modern dengan penguasaan teknologi, di mana Ibu-Ibu yang sibuk bekerja dan beraktivitas di sektor formal dan informal memiliki keahlian dan kemampuan yang beragam sehingga bisa saling bertukar informasi dan menularkan ilmu dan pengetahuannya kepada sesama anggota PKK”, kata dia.
Selain itu, makna PKK dan modernitas merujuk pada keseriusan PKK melaksanakan program kerja yang sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), maka Sistim Informasi Manajemen (SIM) data PKK dipastikan akan semakin akurat dan up to date (terbarukan). Selain itu, dengan memanfaatkan TIK, maka sumber daya manusia akan meningkat sesuai tuntutan dan tantangan jaman di era globalisasi.
Sudah sangat urgent adanya penyelenggaraan workshop Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi seluruh pengurus dan anggota PKK juga merupakan tindak lanjut dalam proses digitalisasi PKK untuk menunjang Sistem Indormasi Manajemen PKK itu sendiri sehingga miudah diakses oleh siapapun.
“Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk mau belajar. Ini karena, era atau jaman telah masuk digital dan teknologi informasi. Banyak anak anak bangsa sudah pandai dalam memanfaatkan teknologi, namun di lain sisi lain para orang tua masih gaptek (gagap teknologi). Inilah yang menjadi alasan, bahwa belajar untuk bisa harus terus dilakukan oleh para orang tua,” imbuhnya.
“Dalam pelaksanaan TIK ini, saya yakin pemerintah siap memberikan fasilitas dalam DDbentuk pelayanan atas permintaan masyarakat yang membutuhkan pembelajaran di bidang TIK.Ini adalah kegiatan yang positif dalam rangka meningkatkan SDM kita untuk tidak gaptek. Karena itu, sinergi ini sangat baik sekaligus penyegaran bagi kita semua para bapak dan ibu yang memiliki anak anak didik di rumah. Kita tidak boleh ketinggalan dengan anak-anak kita,” pungkasnya. (lan)











