bernasnews – Kepergian tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan musik gereja Katolik di Indonesia, Romo Karl Edmund Prier, Minggu (21/1) meninggalkan duka mendalam bagi umat Kristiani.
Kabar meninggalnya Romo Prier tersebut dibagikan oleh akun Instagram Pusat Musik Liturgi Yogyakarta. Romo Prier menghembuskan nafas terakhirnya di usia 87 tahun di rumah sakit Panti Rapih Jogja sekitar pukul 00.40 WIB, kemarin.
“Telah meninggal dunia dengan tenang: Romo Karl Edmund SJ. Minggu, 21 Januari 2024 Pukul 00.40 wib di. RS Panti Rapih,” tulis akun Instagram Pusat Musik Liturgi Yogyakarta, Minggu (21/1/2024).
“Untuk mendoakan arwah Romo Prier, pada Hari Minggu, 21 Januari 2024, pukul 18.00 WIB akan digelar Misa tirakatan di kapel Puskat,” lanjut informasi di akun tersebut.
Sementara Anggota Komunitas Serikat Jesuit Bener Romo Iswara Hadi SJ juga membenarkan kabar tersebut.
Kondisi meninggalnya Romo Prier sudah mengalami komplikasi berbagai penyakit sejak lama lantaran usianya yang semakin sepuh. Bahkan dalam waktu setahun terakhir, kesehatan Romo Prier yang berasal dari Jerman ini berangsur memburuk.
“Saya tidak tahu persis tapi kurang lebih karena lansia dan sudah rapuh, ada jantung, selulit, mimisan juga dan macem-macem,” ujar Romo Iswara.
“Sebelum ini sudah sakit tapi tidak mau dibawa ke rumah sakit cuma home care tapi karena kemarin situasinya menurun lalu kami bawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Bagi umat yang ingin mendoakan, misa Requiem yang akan diselenggarakan di kapel Puskat Senin 22 Januari 2024 pukul 10.00 WIB. Kemudian jenazahnya akan diberangkatkan ke Girisonta, Jawa Tengah untuk dimakamkan.
Selama berkarya, Romo Prier telah menulis 12 buku yang diwariskan bagi Gereja dan masyarakat. Kasus yang paling mengejutkan pun pernah menimpanya dimana pada 11 Februari 2018, lalu Romo Prier kala itu mengalami pembacokan saat memimpin misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta. (lan)











