bernasnews – Upaya mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing dalam trigatra membangun bahasa hendaknya menjadi komitmen bersama para pihak dan sekaligus untuk menguatkan karakter bangsa. Upaya penguatan karakter ini antara lain melalui produk penerjemahan berupa buku cerita anak berbahasa Jawa-Indonesia yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Balai Bahasa DIY sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pelaksanaan tugas terus meningkatkan kerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swasta, sastrawan, praktisi, budayaan, komunitas dan media massa.
Hal itu mengemuka dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta Budi Santoso Asrori, S.E., M.Si. pada acara Diseminasi Produk Penerjemahan 2023 Balai Bahasa DIY di Hotel Royal Darmo Malioboro, Jalan Kemetiran Kidul 54, Yogyakarta, Rabu (6/12). Memberikan laporan kegiatan Koordionator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan Wuri Rohayati.
Budi Santosa Asrori mengajak meningkatkan budaya literasi kepada setiap insan warga masyarakat terutama para pendidik agar mengimbas kepada anak-anak didik. Literasi penting bagi pendidikan dan kehidupan.
Di sisi lain, upaya melestarikan budaya dan sastra Jawa juga penting dan strategis untuk membangun karakter anak-anak bangsa. Bahasa Jawa mengajarkan tata krama, sopan santun dan etika yang sangat penting dalam kehidupan.
“Generasi sekarang yang berusia 30-an tahun, memiliki etika yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Ini merupakan salah kita (dalam mendidik) dan menjadi pekerjaan rumah bersama untuk mewujudkan generasi penerus yang lebih baik,” kata Budi.
Dwi Pratiwi mengemukakan, Balai Bahasa DIY bertugas melaksanakan layanan kebahasaan dan kesastraan di wilayah DIY. Ada sembilan tugas yang diembannya, antara lain, pelaksanaan pemetaan bahasa dan sastra daerah di wilayah DIY; pelaksanaan inventarisasi kosakata dan karya sastra di wilayah DIY; pelaksanaan konservasi dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah di wilayah DIY.
“Terkait dengan pemanfaatan produk buku cerita anak hasil penerjemahan kami, dimaksudkan sebagai upaya mendukung penginternasionalan bahasa Indonesia, mendukung gerakan literasi, dan mendukung gerakan revitalisasi bahasa daerah,” kata Dwi.
Proses panjang
Koordinator KKLP Penerjemahan Balai Bahasa DIY Wuri Rohayati mengemukakan, kegiatan diseminasi produk penerjemahan ini merupakan muara dari proses panjang yang telah dijalani oleh tim penerjemahan dan seluruh tim Balai Bahasa DIY. Sebanyak 97 judul cerita anak berbahasa Jawa-Indonesia ini merupakan buah dari proses seleksi naskah, penerjemahan, penyuntingan, penyusunan ilustrasi, penataan letak, dan pengajuan ISBN.
Dalam proses tersebut KKLP Penerjemahan melibatkan banyak pihak, banyak unsur. Pada saat seleksi naskah, melibatkan dinas perpustakaan, dinas pendidikan, dinas kebudayaan, serta universitas di wilayah DIY dalam penyebarluasan informasi. Beberapa guru, mahasiswa, atau bahkan dosen turut aktif dalam proses seleksi tersebut.
“Kami menghaturkan terima kasih atas dukungan semua unsur. Tahun depan, kami akan melaksanakan seleksi naskah lagi. Senyampang bapak ibu guru, dosen, dan rekan-rekan komunitas berkumpul di sini, kami ajak semua untuk meramaikan sayembara penulisan cerita anak. Ikuti medsos kami untuk info pasti kapan dan kriteria naskah.
Oleh karena tahun ini kami tidak lagi diizinkan mencetak massal buku produk penerjemahan, kami merasa perlu untuk mendiseminasikan, menyebarluaskan informasi platform digital yang akan mewadahi produk-produk kami tersebut,” kata Wuri.
Menurut mantan wartawati ini, pertemuan tersebut mengundang 160 peserta terdiri atas unsur UPT Kemdikbudristek, universitas, dinas pendidikan, guru, pengawas sekolah, pengajar BIPA, serta komunitas literasi. Ini merupakan tahap pertama yang akan dilanjutkan empat tahap berikutnya untuk wilayah empat kabupaten.
Melalui diseminasi ini, pihaknya berharap produk KKLP Penerjemahan Balai Bahasa DIY dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya, seluas-luasnya untuk program diplomasi bahasa, literasi, atau pun revitalisasi bahasa daerah. Pada kesempatan ini, penyelenggara juga melakukan evaluasi produk untuk mengumpulkan masukan dalam rangka perbaikan produk penerjemahan. (mar)












