bernasnews – Isteri Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Paku Alam X, G.B.R.Ay. Paku Alam X atau sering disapa Gusti Puteri, selaku Penasehat Tim Program Kampung Iklim (Proklim) Kampung Kepatihan Kelurahan Purwokinanti Kemantren Pakualaman Kota Yogyakarta Tahun 2023-2025 mendukung Proklim dan berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Gusti Puteri mendukung kegiatan Proklim Kampung Kepatihan yang dalam proses mengikuti lomba Proklim Kota Yogyakarta Tahun 2023. Saat menerima tim panitia, beliau memberikan arahan kegiatan program dan menekankan pentingnya kemanfaatan bagi masyarakat. Pelaksana kegiatan lomba ini adalah empat rukun warga (RW) yakni RW 7, 8, 9 dan 10,” kata Lurah Purwokinanti Moch. Ismail, S.H., M.M. kepada bernasnews di kantor setempat, Jalan Harjowinatan No. 19 Yogyakarta, Jumat (17/11).
Menurut Ismail, keanggotaan Tim Proklim terdiri beberapa kelompok kerja (Pokja) yakni Pokja Pemberdayaan Masyarakat; Pokja Pengelolaan Sampah; Pokja Konservasi Air atau Sistem Panen Air Hujan – SPAH, Biopori, Sumur Peresapan, dan lain-lain; Pokja Konservasi Energi; Pokja Kesehatan yakni Perilaku Hidup Bersih Sehat/PHBS, Kegiatan 3M, Jumantik, Posyandu, Posyandu Lansia, Posbindu, dan lain-lain; Pokja Pertanian Perkotaan dan Ketahanan Pangan yakni Pertanian Perkotaan, Pemanfaatan Pekarangan, tidak bakar sampah, pola tanam, penganekaragaman tanaman pangan, dan lain-lain. Selain itu, anggota tim juga dilengkapi seksi dokumentasi dan publikasi.
“Saat ini, kami masuk 10 besar dari 45 peserta lomba tingkat Kota Yogyakarta. Kita berharap dapat masuk lima besar dan mengerucut lagi,” kata Ismail yang didampingi staf Retno Rahayu Subekti.
Ada tiga komponen kegiatan Prolim. Pertama, adaptasi perubahan iklim atau upaya masyarakat dalam menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim. Kedua, mitigasi perubahan iklim atau upaya masyarakat dalam menanggulangi dampak perubahan iklim. Ketiga, dukungan keberlanjutan dari masyarakat.
“Indikator penilaian lomba Proklim antara lain pengendalian kekeringan, banjir dan tanah longsor. Kemudian ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim, pengelolaan sampah, dan sebagainya,” kata Ismail. (mar)










