bernasnews – Romo Aloysius Budyapranata Pr., rohaniwan Katolik yang ahli di bidang komunikasi sosial dan berkarya banyak buku, meninggal dunia dalam usia 80 tahun di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, Jumat 17 November 2023 pukul 04.29 WIB.
Keterangan yang diperoleh bernasnews, prosesi pemakaman dimulai hari Jumat (17/11) : pukul 10.00 jenazah disemayamkan di Kapel Santo Paulus Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta. Pukul 18.00 doa bersama di Kapel Santo Paulus Seminari Tinggi Kentungan, dilanjutkan tuguran.
Hari Sabtu (18/11) : pukul 09.00 Misa Requiem di Kapel Santo Paulus Seminari Tinggi Kentungan, dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko.
Kemudian pukul 11.00 diadakan upacara pemakaman di Makam Romo Projo KAS, kompleks belakang Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan.
Karya pastoral komsos
Budyapranata lahir di Yogyakarta tahun 1943. Lulus dari Seminari Menengah Mertoyudan tahun 1962. Kemudian tahun 1964 – 1971 studi Filsafat dan Teologi di Fakultas Teologi Wedhabakti Kentungan Yogyakarta. Setelah lulus, ditahbiskan menjadi Imam Diosesan tanggal 21 Desember 1971.
Pengalaman berkarya pastoral di bidang komunikasi sosial (komsos) di Gereja Bintaran Yogyakarta tahun 1972 – 1991 menangani siaran radio dan televisi, karya tulis, multimedia, jurnalistik, dan training.
Karya selanjutnya di Paroki Baturetno, Paroki Mertoyudan, Paroki Ungaran, Misionaris di Keuskupan Paramaribo-Suriname (Amerika Latin, 2000 – 2003). Kemudian bertugas di Paroki Purbalingga dan merangkap tugas Komsos, Paroki Kebon Dalem Semarang, lalu menjalani tahun Sabat, tinggal di Pastoran Sanjaya Muntilan sebagai penulis, tinggal di Paroki Jumapolo, tinggal di Paroki Kristus Raja, dan seterusnya.
Beberapa buku yang dia tulis antara lain Sembuh Tanpa Obat – Dengan latihan olah diri sendiri (2009), Berjalan-jalan di Taman Rohani Bersama Yesus (2015), Etika Praktis (2019).
Seorang warga Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Sleman, Yogyakarta Anto Margono, sebagaimana umat Katolik lain yang mengenal Romo Budyapranata, merasa kehilangan dan ikut berduka cita.
Sebelum tinggal di Gamping, Anto tingggal di Paroki Bintaran Yogyakarta. Sebagai anak muda pada tahun 1970-an, dia dan beberapa teman lain belajar jurnalistik di Komsos Paroki Bintaran di bawah asuhan almarhum.
“Awalnya saya seorang putera altar yang melayani Romo Budyapranata dan pastor lainnya. Kemudian bersama beberapa teman, kami belajar jurnalistik dan komunikasi sosial. Bahkan beliau yang memberikan Sakramen Perkawinan saya dan isteri di Gereja Bintaran pada tanggal 27 November 1982. Kami haturkan terima kasih dan selamat sowan Gusti di Surga, Romo Aloysius Budyapranata Pr,” kata dia. (mar)










