bernasnews — Bicara sumber energi terbarukan Indonesia bisa disebut melimpah berupa gerakan air, angin, dan sinar matahari yang sepanjang waktu menyinari bumi pertiwi. Hanya sayangnya sumber energi itu belum banyak yang mengeksplorasi cukup baik.
Sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY), yang terdiri Ismail Raihan Hidayatullah, Muhammad Fauzan Hafizh, Nur Arifin Ferdiyanto, Rizki Rahmawan Sudrajat dan Syahdani Arnoyoga mencoba memanfaatkan sumber energi dari sinar matahari sebagai penggerak pompa air.
Teknologi ini merupakan alternatif ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan dengan pompa air konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil atau berusmber listrik dari PLN. Dan karya ini berhasil meraih pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek tahun 2023.
Ismail Raihan Hidayatullah selaku Ketua Tim dari kelompok tersebut mengemukakan, bahwa pompa air tenaga surya merupakan salah satu teknologi yang mendukung program energi hijau yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan sumber energi fosil yang terbatas dan berdampak buruk pada lingkungan. Juga meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan yang bersih dan ramah lingkungan.
“Pompa air tenaga surya menggunakan energi matahari yang tersedia secara gratis dan tidak terbatas sebagai sumber energi untuk memompa air saja. Pompa air tenaga surya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengairan pertanian, air minum, sanitasi, dan keperluan industri,” papar Ismail, dalam keterangan yang dikirim.
Dikatakan, dengan menggunakan pompa air tenaga surya, pengguna dapat menghemat biaya operasional, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan. “Oleh karena itu, pengembangan pompa air tenaga surya menjadi salah satu upaya untuk mendukung program energi hijau dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Ismail.
Sementara Muhammad Fauzan Hafizh menambahkan, bahwa dalam jangka panjang, penggunaan pompa air tenaga surya juga dapat membantu mencapai tujuan global dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Menurut Fauzan, penggunaan pompa air tenaga surya juga memiliki keunggulan lain, yaitu tidak memerlukan infrastruktur listrik yang rumit dan mahal. “Dengan teknologi pompa air tenaga surya, pengguna dapat membangun instalasi pompa air secara mandiri dan mengoperasikan pompa air tersebut dengan mudah dan murah,” bebernya.
Pompa air tenaga surya terdiri dari sistem panel surya, sistem pengontrol pompa air PV dan pompa. Sistem panel surya adalah panel surya terhubung secara paralel sebagai pengubah radiasi matahari menjadi listrik untuk memasok daya untuk sistem pompa.
“Sistem pengontrol pompa air fotovoltaik mengatur semua sistem pompa, mengubah tegangan DC yang tidak stabil dari sistem panel surya menjadi tegangan AC yang stabil untuk pompa, dan mengatur arus keluaran sesuai dengan intensitas sinar matahari,” terang Syahdani Arnoyoga.
“Sedangkan sistem pompa suryanya terdiri dari pompa, selang, kabel, box panel, serta monitoring IoT. Pompa ini dapat digunakan di daerah terpencil, pulau-pulau kecil, daerah yang tidak terjangkau PLN, kompleks wisata, perkebunan serta pertambangan,” pungkasnya. (*/ ted)












