News  

“Merti Dusun” di Grojogan, Bantul, DIY Diinisiasi Kaum Muda

“Merti Dusun” di Grojogan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY, Minggu (12/11/2023). (Foto : Kiriman Ratun Untoro)

bernasnews – Berbeda dengan daerah lain, merti dusun di Rukun Tetangga (RT) 04 Grojogan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilaksanakan pada hari Minggu (12/11/2023) diinisiasi oleh pemuda. Biasanya, merti dusun atau bersih dusun dilaksanakan oleh generasi tua dan dilaksanakan turun temurun. 

Ketua panitia, Fabian Putra Wikanto (19 tahun) mengatakan bahwa generasi muda rindu mengadakan kegiatan tradisi. Hal itu sebagai upaya menyapa lingkungan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka. 

Menurut paparan Dr. Ratun Untoro, M.Hum., masyarakat harus senantiasa sadar bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk tak kasat mata. Merti dusun menjadi salah satu upaya manusia sapa aruh dengan penghuni tiga dunia, yaitu arcapada, madyapada, dan marcapada.

Kegiatan ini menjadi meriah karena selain kirab keliling desa dengan gunungan hasil bumi, mereka juga mengadakan wiwitan, petik padi pertama, di sawah. Setelah itu, mereka melarung sebagian hasil bumi di sungai Belik, menebar ikan, menanam pohon, dan diakhiri dengan makan sega wiwit bersama. 

“Kebersamaan dan keguyubrukunan sangat terasa. Menurut teori fungsional, fungsi integrasi sosial merupakan wujud nyata atas diadakannya upacara-upacara religi seperti ini,” kata Ratun Untoro yang merupakan staf di Balai Bahasa DIY kepada bernasnews.

Meski hanya dilaksanakan oleh anak muda tingkat RT, kegiatan ini menjadi perhatian Subkoordinator Kelompok Substansi Administrasi Pemerintahan dan Kerja sama, Kabupaten Bantul, Susmawati, S.E., M.Si. Tidak hadir sendirian, Susma juga mengajak CEO “Saking Bantul” Popy Pratitisari. Kehadiran keduanya menambah semangat warga. 

Dalam sambutannya, Susma mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini layak jual dan dapat mendatangkan wisatawan. Sedangkan Popy siap menjadi pendamping UMKM Grojogan agar dapat  memperkaya potensi dusun sehingga Grojogan bisa mendunia melalui hasil kerajinannya.

Kepala Dukuh Grojogan Roy Hermawan, S.T. juga turut bangga dengan kegiatan anak-anak muda ini. Hal ini tentu tak lepas dari dukungan penuh Ketua RT 04 Ponidi, Kumpulan Malem Jumat Legi, Dasawisma Flamboyan, Dasawisma Nusa Indah, KWT Tirta Rahayu, dan seluruh warga masyarakat. Menurut Kepala Dukuh, kegiatan ini rencananya akan menjadi agenda rutin tahunan dengan menggandeng beberapa pihak agar lebih semarak. Dukuh muda yang baru dilantik lima bulan yang lalu ini semangat membangun dusun dengan slogan Grojogan “Menawan” atau Makmur, Endah, Nyawiji, Ayom ayem, Welas asih, Asri, Ngangeni.  (*/mar)