News  

Prof. George Quinn : Ada Kemungkinan Sastra Jawa Bangkit

Kepala Balai Bahasa DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd menyerahkan buku kepada Prof. George Quinn disaksikan Ketua SSJY Yohanes Adhi Satiyoko di ruang pertemuan Balai Bahasa DIY, Kamis (12/10/2023). (Foto :Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Keberadaan sastra Jawa ke depan sangat sulit diramalkan karena tergantung apresiasi dan pemakaian masyarakat setempat. Meski demikian, kemungkinan kebangkitan sastra Jawa itu selalu ada. Oleh karena itu, ketertarikan dan karya masyarakat Jawa khususnya generasi muda terhadap sastra Jawa harus mendapat dukungan.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar sastra dan budaya Jawa, dosen senior Australian National University di Canberra Prof. George Quinn dalam diskusi dan bedah buku sastra She Wanted to be a Beauty Queen yang diselenggarakan oleh Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta (SSJY) bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di ruang pertemuan Balai Bahasa DIY, Jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta, Kamis (12/10/2023).

Acara yang dihadiri para sastrawan dan seniman itu dibuka oleh Kepala Balai Bahasa DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd, yang mengapresiasi upaya Prof George Quinn menerjemahkan 30 crita cekak berbahasa Jawa ke dalam bahasa Inggris. Hadir pula Ketua SSJY Yohanes Adhi Satiyoko. 

Pada kesempatan itu beberapa penulis naskah asli menyampaikan refleksi ucapan terima kasih antara lain Ardini Pangastuti, Margarerth Widhy Pratiwi, Siti Aminah, Krishna Miharja. Sebelumnya disampaikan pembacaan geguritan oleh para kanoman SSJY dan pembacaan crita cekak Marang Dewa Ketiga.

Gembira dan sedih

George Quinn yang berasal dari Selandia Baru mengisahkan ketertarikannya kepada sastra Jawa dimulai saat menjadi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di masa lalu. Waktu itu, belum ada pola SKS atau satuan kredit semester. Semua mata kuliah yang disampaikan ke mahasiswa wajib diikuti. Salah satu mata kuliah yang dia yakin dapat lulus adalah Bahasa Inggris. Namun oleh dekannya, dia justru tidak boleh mengikuti mata kuliah itu.

“Untuk bahasa, selain mempelajari Bahasa Indonesia, saya memilih Bahasa Jawa dan Bahasa Bali. Sedikit demi sedikit saya mulai menyukai Bahasa Jawa. Waktu itu, sebagai mahasiswa UGM saya nyambi mengajar kursus Bahasa Inggris. Kemampuan saya dalam Bahasa Jawa berkat bimbingan kursisten Bahasa Inggris saya bernama Umi.

Saya gembira dan semakin bersemangat belajar Bahasa Jawa bersama Umi dan jujur saja mulai tertarik kepadanya. Sayangnya dia tidak tertarik kepada saya. Maka kegembiraan saya sekaligus juga kesedihan saya dalam proses belajar Bahasa Jawa,” kata Quinn yang juga menulis buku Wali Berandal Tanah Jawa seraya tersenyum. 

Ketua SSJY Yohanes Adhi Satiyoko mengemukakan, peluncuran buku sastra terjemahan oleh Prof George Quinn itu menjadi bagian penting bagi sastra Jawa yakni dari lokal ke global.

“Hari Jumat 13 Oktober 2023 pukul 15.00 – 16.00 Prof George Quinn akan hadir sebagai narasumber di RESBAN (Radio Edukasi Sastra Budaya Adiluhung Nusantara) di BBGP DIY. Siaran RESBAN adalah siaran Radio Edukasi yang bekerjasama dengan SSJY untuk siaran pengembangan kesastraan Jawa. RESBAN dapat disimak melalui https://bbgpdiy.kemendikbud.go.id/radioedukasi dan Aplikasi Radio Edukasi,” kata dia. (mar)