bernasnews — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu DIY Tahun 2023 dilaksanakan pada tanggal 16-17 September 2023. Kejuaraan ini terbagi dalam dua kategori yaitu Wushu Taolu yang dilaksanakan di GOR Wushu Sinduadi dan Wushu Sanda yang dilaksanakan di GOR Ghra Shinta Bilawa.
“Acara Kejurda Wushu DIY ini dibuka langsung oleh Ketua KONI DIY, Prof Dr. H. Djoko Pekik Irianto M. Kes .AIFO, bertempat di di GOR Wushu Sinduadi Yogyakarta, tanggal 16 September 2023 dan diikuti oleh 37 atlet Wushu Taolu dan 84 atlet Wushu Sanda,” terang Humas Pengda Wushu DIY Eunike Martanti, dalam rilis yang dikirim.
Ketua Panitia Amin Sakidin mengemukakan, bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 37 atlet Wushu Taolu dan 84 atlet Wushu Sanda. Kategori yang diperlombakan kelompok usia A,B,C, dan D untuk Wushu Taolu dan kategori kid, pra junior, junior, dan senior untuk Wushu Sanda.
“Sebagai dasar penyelenggaraan Kejurda Wushu ini merupakan program kerja tahunan dari Pengda Wushu DIY tahun 2023. Medali yang diperebutkan sebanyak 127 biji, untuk juara 1,2, dan 3, serta piagam penghargaan,” ungkap Amin.
Dalam sambutannya mewakili Ketua Pengda Wushu DIY, yang dibacakan oleh Waketum I Bidang Organisasi Dadi Utomo menyampaikan rasa Syukur bahwa Kejurda tahun ini dapat terlaksana, mengingat sejak tahun 2022 yang lalu kepengurusan di masing-masing kota atau kabupaten baru terbentuk.
“Diharapkan dengan ini akan muncul bibit-bibit baru yang membawa nama harum DIY di kancah nasional maupun internasional. Selain itu, ajang ini juga dapat melatih mental dan pengalaman bertanding bagi para atlet,” kata dia.
Hal senada dengan Ketua Pengda Wushu DIY juga disampaikan oleh Ketua KONI DIY Prof. Djoko Pekik Irianto yang mengatakan, melalui Kejurda ini diharapkan para atlet dapat berlatih lebih maksimal untuk dapat menghadapi kejuaraan-kejuaraan lainnya yang lebih besar nantinya.
Pada kesempatan ini juga diadakan simulasi dan penampilan atlet-atlet senior yang akan bertanding di Babak Kualifikasi PON XXI bulan Oktober mendatang. Pertandingan diakhiri dengan pemberian piagam dan pengalungan medali bagi para pemenang. Atlet-atlet kecil pun banyak yang ikut ajang kejuaraan ini.
“Ini pertama kalinya aku ikut lomba rasanya seru dan menegangkan tapi senang juga,” ungkap Ken Abhimanyu salah satu atlet Reguler Taolu YWI Sinduadi, yang baru sekitar hampir setahun ini berlatih.
Pengalaman bertanding dan berlatih dengan tekun itu adalah sebuah proses yang tidak hanya dalam sekejap mata dapat terpenuhi. Perlu disiplin dan semangat sebagi kunci kesabaran untuk meraih prestasi yang lebih baik. “Medali itu hanya bonus, yang penting adalah bagaimana para atlet muda ini tidak puas dan bangga sampai disini saja, atau bahkan yang tidak dapat akan terpuruk, karena proses menjadi atlet yang terbaik masih jauh dilalui,” kata Eunike Martanti.
“Tentunya ini juga berkat dukungan dari Pengurus Daerah (Pengda) Wushu DIY, KONI DIY, dan juga semangat dari para pemerhati Wushu, sekolah atau Universitas dimana para atlet menimba ilmi, serta orang tua/wali. Diharapkan kedepannya Wushu juga makin dikenal sebagai olah raga bela diri yang unik, baik itu taolu ataupun sanda,” pungkas Humas Pengda Wushu DIY. (*/ ted)












