Kulit Semangka Jangan Dibuang! Ternyata Bisa Diolah Menjadi Selai yang Menyehatkan Jantung

Suasana pelatihan pembuatan selai dari kulit semangka oleh mahasiswa PPG Prajabatan UNY, Gelombang II PGSD Kelas C Kelompok 3, di Desa Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Isu berkenaan Jogja darurat sampah memang ‘memaksa’ warga agar dapat menyikapi dengan kreatif. Selain dengan cara memilah sampah dimana memisahkan sampah organik dan anorganik, juga mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Salah satunya, adalah mengolah kulit buah semangka yang tadinya hanya dibuang dan dianggap sampah ternyata masih dapat diproses diolah menjadi selai yang penuh vitamin serta menyehatkan. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gelombang II PGSD Kelas C Kelompok 3.

Mereka adalah Ahmad Widi Nugroho, Amilia Vivi Zusmiarsi, Dea Rizky Saputri, Dwi Fitri Rihardini, Elma Nur Damawanti, Juanda Wicaksono Prabowo, Nur Rita Febri Diana, Puteri La Nina, Riska Arisma, Sherlie Widyasmara, Tresy Litat dan Wahyu Kurniawati, menggagas pembuatan selai dari kulit semangka.

Ahmad Widi Nugroho selaku Ketua Kelompok Kegiatan mengemukakan, bahwa mereka membuat selai dari kulit semangka karena selama ini buah semangka hanya dimanfaatkan buahnya saja sedangkan kulitnya dibuang sebagai sampah. Padahal menurut dia, pada lapisan putih kulit dalam semangka memiliki daging buah yang segar berwarna putih kehijauan yang rasanya tawar, mengandung air, vitamin, dan mempunyai banyak manfaat untuk berbagai penyakit.

“Kulit semangka pada bagian putihnya dinamakan albedo. Albedo merupakan bagian kulit buah yang paling tebal dan berwarna putih dan merupakan sumber pektin yang potensial,” ujar Ahmad, di sela-sela kegiatan pembuatan selai.

Lanjut Ahmad menjelaskan, karena sebagaimana jaringan lunak tanaman lain, albedo semangka tersusun atas 21,03 persen senyawa pektin. “Oleh karena itu, albedo atau kulit semangka sangat baik untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia sebagai sumber pangan baru,” terang dia.

Amilia Vivi Zusmiarsi menambahkan, bentuk makanan olahan albedo semangka salah satunya yaitu selai. Selai merupakan salah satu jenis makanan yang diawetkan yakni berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak hingga kental atau berbentuk setengah padat.

Buah-buahan yang dipilih untuk dijadikan bahan dalam pembuatan selai adalah buah yang sudah matang, tetapi tidak terlalu matang dan rasanya sedikit asam. “Selai termasuk produk olahan pangan yang berasal dari buah-buahan yang disukai oleh banyak orang dan dari berbagai golongan masyarakat, sehingga pembuatan selai ini mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan,” ungkap Amilia.

Selai dari Kulit Semangka yang telah dalam bentuk kemasan siap untuk dipasarkan. (Foto: Istimewa)

Sementara cara membuat selai semangka dipaparkan oleh Dwi Fitri Rihardini sebagai berikut, langkah pertama potong dan pisahkan daging buah semangka dari kulitnya kemudian kupas kulit bagian luar sampai bersih. Kulit semangka lalu dipotong kecil-kecil dan dicuci, lantas diblender atau diparut serta disaring.

“Tiriskan hasil parutan lalu dimasak dengan tambahan gula, vanili dan pewarna hingga teksturnya menyerupai selai,” terang Dwi Fitri.

Dikatakan, kulit semangka ini mengandung antioksidan, air 93,4 persen, karbohidrat 5,3 persen, lemak 0.1 persen, serat 0,2persen, vitamin A, B, C, mineral serta rendah kalori. “Selain itu, kulit semangka juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah dan menjaga kekebalan tubuh,” tandas Dwi Fitri.

Kegiatan pelatihan pembuatan selai dari kulit semangka ini dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Prajabatan UNY, Gelombang II PGSD Kelas C Kelompok 3, yang menyasar pada ibu-ibu PKK Desa Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (*/ted)