News  

Lotre Doorprize Asyik ala Trah Singo Pawiro Wijayan 

Suasana pertemuan arisan bulanan Trah SPW di kediaman MC Yatina, Bantul, Yogyakarta, Minggu (3/9/2023). (Foto : Humas Trah SPW)

bernasnews – Banyak cara dapat dilakukan untuk lebih mengakrabkan hubungan antarpihak. Baik di lingkup keluarga kecil, keluarga besar, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga swasta sampai paguyuban atau komunitas. Tujuan utamanya adalah hubungan atau relasi itu lestari.

Koordinator Trah Singo Pawiro Wijayan (SPW) Yohanes Sunardi kepada bernasnews mengatakan, bersama para saudaranya dia terus berupaya agar tali persaudaraan atau tali siaturahmi langgeng.  Caranya adalah mengadakan kegiatan rutin arisan bulanan, kunjungan saudara saat sakit, menghadiri acara perkawinan, sampai pertemuan besar trah akhir tahun.

“Generasi pertama kami sudah tiada. Kini yang ada adalah generasi berikutnya yang tersebar di Yogyakarta dan luar kota. Kami selalu kontak melalui whatsApp grup atau kunjungan langsung,” kata Sunardi saat arisan bulanan Trah SPW di kediaman MC Yatina, Bantul, Yogyakarta, Minggu (3/9/2023). 

Setiap pertemuan arisan trah ini selalu diwarnai guyon suka cita karena ada acara lotre doorprize yang mengasyikkan. Semula, uang pembelian doorprize diambilkan dari kas trah. Sejak beberapa bulan terakhir, doorprize disumbang oleh anggota trah yang berulangtahun setiap bulannya. Jadi, uang kas tidak berkurang dan justru bertambah dari pembelian lintingan nomor doorprize. Satu nomor diberi harga Rp 1.000,-. Tim doorprize menyediakan 150 lintingan dan akan ditambah menjadi 200 lintingan.

“Bulan September 2023 banyak yang berulang tahun. Jadi doorprizenya banyak. Meriah pokoknya. Mereka yang berulang tahun bulan ini adalah Yanti Pramu, Susan, Restu, Ari, Hendri dan Abel. Nantinya, kalau uang kas sudah banyak dapat kami manfaatkan untuk piknik bersama misalnya. Anggota tidak perlu mengeluarkan uang lagi,” kata Anastasia Mudjiyah, pencetus ide lotre doorprize dari anggota yang berulang tahun ini.  

Melanggengkan persaudaraan 

Anggota trah Anto Margono mengatakan, jauh sebelum ada sarana komunikasi teknologi berupa smart phone dan sebagainya, upaya menjaga atau melestarikan hubungan insani terutama melalui silaturahmi. Antarpihak atau antarkeluarga saling berkunjung, bersemuka dan bincang-bincang akrab secara langsung. 

Namun dalam perkembangan zaman dan kesibukan antarpihak, sebelum ada sarana komunikasi teknologi hadir, silaturahmi berkurang atau bahkan tiada sama sekali. Akibatnya, hubungan jadi terputus. Kini, setelah hampir semua orang memiliki handphone (hp), apakah hubungan atau silaturahmi itu jadi lebih baik atau lancar? Belum tentu. Kata kunci atau solusinya adalah niat dan upaya.

“Trah Singo Prawiro Wijayan sebagai salah satu paguyuban keluarga besar di Yogyakarta dan luar kota/pulau semakin menyadari pentingnya menjaga tali persaudaraan itu tetap lestari. Generasi pertama trah SPW sudah tiada yakni Yosephin Mursiyem Kamso Utomowijoyo, Theresia Suratidjah, Maria Suratmi, Ratna Juhariah dan Wahini. Sebagian generasi kedua juga sudah tiada. Kami sebagai generasi penerus trah terus berusaha bersama agar persaudaraan ini langgeng,” kata dia. (mar)