bernasnews — Kedekatan dan kebersamaan alumni lintas angkatan SMA Kolese De Britto (JB) Yogyakarta terwujud melalui berbagai kesempatan atau kegiatan. Salah satunya adalah Nyekar Keluarga Alumni JB di Yogyakarta dan Muntilan Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023). Kebersamaan ini dibalut dalam suasana syukur, sukacita, dan guyonan gayeng khas JB sepanjang perjalanan.
Mereka yang ikut kegiatan nyekar ini adalah JA Marseno (JB 61), Gr. Sukadi (JB 64) Yatmo (JB 65), YB Margantoro (JB 76), BC (Ben) Antono (JB 91) dan AA Kunto A (JB 96). Dari Yogyakarta, Beni dan Kunto menjemput satu persatu tiga orang senior mereka. Setelah nyekar di Yogyakarta, tim menuju ke Muntilan, menjemput Marseno di rumah Huize Theresia.
Marseno dan Sukadi sudah sama-sama memakai teken (tongkat) ketika berjalan. Namun mereka tampak sehat dan semangat. Sukadi yang rajin mengirim foto dan teks singkat bermakna setiap hari di wag Pemulung Kata JB, juga aktif motret sana-sini dengan HP-nya.
Salah satu teks di wag itu, Rabu (30/8) dia menulis begini : SELAMAT PAGI (TETAP SEMANGAT UNTUK MENJADI LEBIH BAIK). SARAPAN PAGI! Betapa senangnya Simbah kemarin masih bisa sarapan bersama beberapa sobat alumninya! Kasih-NYA tiada batas. Puji syukur.

Tim nyekar JB mengawali tujuan di makam RA Yosephin Siti Kustarni, isteri Gregorius Sukadi, di Temenggungan, Plumbon, Banguntapan, Bantul, DIY. Siti adalah sarjana muda IKIP Sanata Dharma Yogyakarta jurusan Pendidikan Ekonomi (PEK). Dia pernah mengajar di SMA Kolese DE Britto, SMA Santo Thomas, dan SMA Stella Duce Yogyakarta. Meninggal pada 13 Juli 1991. Sukadi mengungkapkan rasa syukur, sukacita, dan terima kasih tim JB yang dapat bersama-sama nyekar di pusara mendiang isteri tercintanya. “Semoga rahmat kesehatan dan keselematan melimpah bagi kita semua,” katanya kepada bernasnews.
Rombongan kemudian bergerak ke Tempat Pemakaman Keluarga Besar TNI AU Siddhamuktyalaya, Kradenan, Maguwoharjo. Di sini dimakamkan Caecilia Sri Lestari, meninggal tahun 2022. Dia adalah isteri Yatmo, purnawirawan TNI Angkatan Udara bintang satu. Yatmo juga mengucapkan syukur dan terima kasih atas kebersamaan ziarah tim JB ini.
Selanjutnya, di pusara ayahnya Florentinus Sudaryo Wahono (2 Februari 1950 – 4 Mei 2023), makam keluarga Trah Wiraprawira, Pakem, Sleman, Kunto bersama tim berdoa dan menabur bunga. Kepada para pihak yang berbelasungkawa saat meninggalnya Sudaryo awal Mei yang lalu, Kunto menulis ucapan terima kasih pendek bertajuk “Apa Mau di Kata”.
Salah satu penggalan tulisan itu adalah, Apa mau di kata. Rencana Tuhan sudah dinyatakan. Memanggil pulang putra kesayangan. Kepada Dia sang sumber kebenaran dan keselamatan.
Sebelum ke makam Sudaryo, tim mampir di kediaman Kunto. Terjadi dialog akrab antara guru – dan murid di masa lalu yakni Sukadi dan Florentina Sudaryati, ibu Kunto.
Menuju Muntilan
Dari Yogyakarta tim menuju ke Muntilan, Jawa Tengah, menjemput Marseno, mantan Kepala Rohani TNI Angkatan Laut/Marinir yang bertugas di beberapa daerah antara lain Surabaya, Tanjung Pinang, Jakarta. Dia menjadi Marinir pasda tahun 1987 -2011. Tim kemudian menuju ke makam keluarga Jagalan, Pepe.
Ungkapan tentang akhir kehidupan juga disinggung di cungkup utama makam keluarga Jagalan, Pepe, tempat makam keluarga besar Ben Antono. Kompleks makam di sebelah asrama putri Van Lith ini dibangun bulan Agustus 1931. Tulisan di cungkup itu adalah Elinga Marang Pati. Tekane Tan Kanjana2. Tulisan berbahasa Jawa ini bermakna, Ingatlah terhadap kematian. Datangnya tidak diduga-duga.
Di kompleks makam itu, tim berdoa dan menabur bunga di pusara antara lain Ny. Fien Marseno, Paul Maryata, Suparto, Marhadi, Marnoto, Markiswo, Mardjono, Maryati, dan Bernadin Irma Astuti Agustiningtyas. Irma yang lahir di Solo 22 Agustus 1972, meninggal di Yogyakarta 22 September 2022, adalah isteri Benedictus Conradus Antono.
“Terima-kasih kagem keluarga alumni JB. Sudah kersa bergotong-royong & temu gayeng-guyub dalam kebersamaan mengenang para pendahulu yang telah menjadi pendoa buat kita,” kata Ben yang di era Presiden Jokowi menjadi tim Stafsus Menhub dan Menesdm Ignasius Jonan, tenaga ahli Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP, kini BPIP). (mar)











