News  

Misa Ekaristi Djoko Pekik: Penderitaan Panjang yang Dihadirkan dalam Keindahan

Misa Ekaristi dan Pemberkatan Jenazah Djoko Pekik di kediamannya di Tamantirto, Kasihan, Bantul DIY, Sabtu (12/8/2023) malam. (Foto : YB Margantoro/bernasnews).

bernasnews – Banyak hal telah dialami, dijalani dan diajarkan Djoko Pekik dalam kehidupan tiga zaman. Penderitaan panjang yang dia alami dapat dijalani dalam keindahan, terutama lewat karya lukisnya. Dia juga telah menyatukan satunya kata dengan perbuatan, sesuatu yang sangat susah ditemui di kehidupan sekarang. 

“Pak Djoko Pekik selama ini mati sajroning urip, dan sekarang telah mengalami urip sajroning mati. Dia yang menghadirkan yang benar, yang baik, dan yang indah sudah diarahkan ke Sang Maha Suci di surga,” kata Romo G. Budi Subanar, SJ dalam homili Misa Ekaristi dan Pemberkatan Jenazah Djoko Pekik di kediaman maestro lukis itu di Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY, Sabtu (12/8/2023) malam.

Misa Ekaristi dengan empat pastor dipimpin Romo Martasudjita, Pr yang didampingi Romo Subanar, Romo Baskara TW, SJ dan Romo Kirjito, Pr. Banyak umat mengikuti misa ini, juga banyak pelayat yang hadir memberikan penghormatan kepada almarhum. Di luar, banyak karangan bunga belasungkawa antara lain dari Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, dan lain-lain.

Dinding ruang tempat misa dilaksanakan dipenuhi 16 buah lukisan almarhum dalam skala besar, sedang dan kecil. Salah satu lukisan besarnya bertajuk “Go to Hell Crocodile” ciptaan tahun 2014.

Djoko Pekik yang meninggal dalam usia 85 tahun di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta akan dimakamkan di makam seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, Minggu (13/8) pukul 13.00. Sebelumnya, pukul 09.00 di rumah duka dilaksanakan acara penghormatan dari para seniman kepada almarhum. (mar)