News  

Balai Bahasa DIY Siapkan Lebih dari 100 Kosakata Nama Permainan Tradisional untuk KBBI

Suasana praktek DKT Pemerkayaan Kosakata Balai Bahasa DIY di Hotel Grand Rohan Jogja, Kamis (27/7/2023) (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil mengumpulkan lebih dari 100 kosakata nama permainan tradisional sebagai pemerkayaan kosakata untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) di Hotel Grand Rohan Jogja, Rabu-Kamis (26-27/7/2023).

Secara maraton dari 15 narasumber dan tim Balai Bahasa DIY dari pagi sampai sore hari membahas materi yang disiapkan balai. Dari 150 nama permainan tradisional yang ada, unsur lema, lafal, difinisi, dan usulan didiskusikan oleh tiga kelompok. Selanjutnya, kelompok merekomendasikan nama permainan tradisional itu layak atau tidak layak masuk KBBI. Untuk rekomendasi ini, disertai alasan dan saran.

Kasubbag Umum Balai Bahasa DIY Linda Candra Ariyani, S.E., M.M., didampingi Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kamus dan Istilah Nur Ramadhoni Setyaningsih, S.Pd. menutup acara tersebut. 

“Atas nama Kepala Bahasa Bahasa Provinsi DIY saya menutup acara ini dengan ucapan syukur serta terima kasih kepada bapak ibu narasumber. Bapak ibu telah membantu kami merekomendasi nama-nama permainan tradisional untuk pemerkayaan kosakata bagi KBBI,” kata Linda.

Praktek permainan

Diskusi kelompok A, B dan C dilaksanakan dengan semangat dan suasana gembira. Pada pembahasan hasil diskusi, urutan penampilannya dimulai kelompok B yang disampaikan Mulyanto, M.Hum didampingi Nuryantini, S.Pd. dan Tarti Khusnul Khotimah, S.S. Kemudian kelompok C disampaikan Noor hadi,M.Pd. yang didampingi Nur Ramadhoni Setyaningsih, S.Pd. Sedangkan kelompok A disampaikan Ratun Untoro, M.Hum yang didampingi Nindwihapsari, S.S.

Setiap materi nama permainan tradisional yang disampaikan kelompok diberi tanggapan oleh kelompok lain. Penyampaian kelompok B membutuhkan waktu lama dibanding kelompok C dan kelompk A. Hal ini karena definisi beberapa materi kelompok B memibutuhkan pembahasan mendalam. Bahkan ada nama permainan yang memerlukan praktik di ruang diskusi agar seluruh tim diskusi memahami hal itu.

Kahono dari Paguyuban Sekar Cempaka Mulya Gunungkidul sebagai anggota kelompok B dengan sukacita membantu praktek permainan goco. Goco adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh sejumlah anak dengan cara memindah batu dari pemain yang satu ke pemain yang lain diiringi lagu Goco.

Setelah Goco, masih ada beberapa nama permainan lain yang juga memerlukan praktek di tempat.  Suyami, M.Hum dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai anggota kelompok A juga tampil membantu. 

Dari 150 nama permainan yang disiapkan Balai Bahasa DIY dalam DKT itu ada yang dinyatakan tidak layak masuk ke dalam KBBI. Namun juga ada usulan kosakata baru yang belum ada dalam daftar kosakata yang dibagikan sesuai dengan abjad. (mar)