News  

Nostalgia Mengenang Masa Kecil di DKT Permainan Tradisional Balai Bahasa DIY

Suasana pembukaan DKT Pemerkayaan Kosakata Permainan Tradisional yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi DIY di Hotel Grand Rohan Jogja, Jalan Raya Janti, Gedongkuning, Banguntapan, Bantul, DIY, Rabu (26/7/2023). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Lima belas orang narasumber Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pemerkayaan Kosakata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Permainan Tradisional yang diselenggarakan  Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjalani diskusi ini dengan penuh semangat. Suasana kegiatan juga diwarnai nostalgia mengenang masa kecil mereka. 

“Saya pribadi melaksanakan DKT Pemerkayaan Kosakata dalam KBBI Permainan Tradisional ini terasa bernostalgia mengenang masa kecil. Permainan tradisional Yogyakarta merupakan permainan masyarakat kota ini yang sudah ada sejak dahulu sampai sekarang. Termasuk di dalamnya tentang cara, peralatan yang digunakan, dan sebagainya,” kata Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kamus dan Istilah Balai Bahasa Provinsi DIY Nur Ramadhoni Setyaningsih, S.Pd. kepada bernasnews, di Hotel Grand Rohan Jogja, Jalan Raya Janti, Gedongkuning, Banguntapan, Bantul, DIY, Rabu (26/7/2023).

DKT Pemerkayaan Kosakata ini dibuka oleh Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Linda Candra Ariyani, S,E., M.M. mewakili kepala balai. Sebanyak 150 nama permainan disiapkan tim balai dari berbagai sumber yakni tertulis, digital dan penutur langsung. Materi itu kemudian didiskusikan 15 narasumber dari berbagai institusi selama dua hari. Hasil diskusi ini kemudian akan direkomendasikan balai ke Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek untuk memperkaya kosakata KBBI. Target nasional tahun 2022 sebanyak 19.350 kosakata, sedangkan target Balai Bahasa Provinsi DIY 100 kosakata.

Bertema budaya

Nur Ramadhoni Setyaningsih dalam pemaparan materi sebelum DKT menyampaikan, inventarisasi kosakata merupakan pekerjaan multitahun. Pada awalnya, obyek inventarisasi kosakata bahasa secara umum. Sejak tahun 2021 – 2024 inventarisasi dilakukan berdasar tema yaitu budaya. Tahun 2021 bertema peralatan rumah tangga tradisional, tahun 2022 kuliner tradisional, dan tahun 2023 permainan tradisional.

“Mengapa dipilih permainan tradisonal untuk DKT tahun 2023? Hal ini karena kosakata budaya mulai tidak dikenal lagi dan permainan tradisional merupakan bagian dari budaya. Ada kearifan lokal yang tercermin dalam permainan tradisional misalnya Ancak-Ancak Alis tentang pengenalan pertanian, dan Lindri tentang menanak nasi, menyiapkan lauk, hingga makan bersama menggunakan tangan.

Pada Kurikulum Merdeka dengan penerapan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, salah satunya tentang kearifan lokal. Disamping itu, keunikan kosakata daerah menandakan identitas suatu daerah misalnya cuthit, gulaganthi,” kata Setyaningsih.

Menurut dia, kriteria kosakata yang dipilih adalah unik, eufonik, seturut kaidah, tidak berkonotasi negatif dan kerap dipakai. Sidang komisi bahasa daerah bertujuan memeriksa dan memberi umpan balik atas hasil inventarisasi dalam lokakarya. Sidang ini melibatkan verifikator KBBI dan Pusbanglin Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan perwakilan dari KKLP Kamus dan Istilah. 

Lima belas narasumber DKT dari kelompok A adalah Ratun Untoro, M.Hum., Dr. Suyami, M.Hum., Drs Sarworo Soeprapto, M.Si., Listyo Hari Krisnarjo dan Y.B. Margantoro. Kelompok B adalah Mulyanto, M.Hum., Dr. Daru Winarti, M.Hum., Rahmat, S.S., M.A., Kahono dan Hayu Avang Darmawan, M.A. Kelompok C adalah Noor Hadi, M.Pd., Muhammad Bagus Febriyanto, M.Hum., Yohanes Adhi Satiyoko, M.A., Fadli Mohamad Isnaini, S.S., dan Gondol Sumargiyono.

Tim fasilitator adalah Nindwihapsari, S.S., Nuryati, S.S., Nuryantini, S.Pd., Tarti Khusnul Khotimah, S.S., Nur Ramadhoni S.,S.Pd., dan Nanik Sumarsih, S.Pd., M.A. (mar)