bernasnews – Penyair dari tiga kota yakni Dedet Setiadi (Magelang), Yanti S. Sastro Prayitno (Semarang) dan Didik Eros Sudarjono (Jombang) akan tampil di Sastra Bulan Purnama (SBP) edisi 142 di Museum Sandi Jalan Faridan M. Noto No.21, Kotabaru, Kemantren Gondokusuman, Yogyakarta, Sabtu (15/7/2023) pukul 15.00 – 18.00 WIB.
Penampilan ketiganya sekaligus untuk meluncurkan buku karya Yanti S. Sastro Prayitono kumpulan cerkak ‘Ing Komplek 21’ dan kumpulan geguritan ‘Lembaran Anyar’, sedang Didik Eros Sudarjono meluncurkan buku puisi ‘Rawat Kata, Jaga Budaya’ dan buku geguritan ‘Piye Jal’. Dedet Setiadi akan membacakan puisi-puisi terbarunya, termasuk puisi yang terkumpul dalam buku ‘Apokalipsa Kata’.
“Dalam Sastra Bulan Purnama edisi 142 ini saya dan Eros akan meluncurkan dua buku, dalam bahasa Jawa, dan Eros buku puisi dan geguritan,” kata Yanti.
Sedang Dedet selain membacakan puisi yang ada di dalam bukunya juga akan membacakan puisi karyanya yang tidak ada di dalam buku dan termasuk puisi baru, yang belum dipublikasikan. “Beberapa puisi saya juga akan dilagukan oleh Yupi dengan iringan keybord. Ia memang sudah membuat beberapa puisi saya menjadi lagu,” kata dia.
Puisi, geguritan dan cerkak karya ketiga penyair tersebut, selain akan dibacakan sendiri, juga akan dibacakan oleh para pembaca lainnya. Masing-masing pembaca akan membacakan karya Dedet Setiadi dan Didik Eros Sudarjono. Para pembaca itu ialah Ami Simatupang, Cicit Kaswani, Marjuddin, Harno DP., Novi Indrastuti, Supri Sapta Atmaja, Budi Siswanto, Hisyam Billy, M.Marhaban, Rizal Eka dan Wicahyati.
Sedang geguritan dan cerkak karya Yanti S. Sastro Prayitno akan dibacakan dan dipentaskan oleh komunitas Maleti Rinonce yang anggotanya di antaranya Ninuk Retno Raras, Endang Wahyuningsih, Endah Sr., Suprihatin, Sudinem, Danik Sekar, Sabatina RW., Anastasia Sunu Murwani dan Robingah. Selain membacakan karyanya, Yanti juga akan nembang untuk menghidupkan sekaligus memberi warna dalam pertunjukkan karya-karyanya.
Koordinator SBP Ons Untoro kepada bernasnews mengemukakan, ketiga penyair dari kota berbeda ini masing-masing sudah saling mengenal, dan ketiganya sudah beberapakali tampil di SBP di tahun berbeda-beda.
“Setiap penyair yang pernah tampil membaca puisi, lebih-lebih meluncurkan buku karyanya, masih terus terbuka untuk tampil sejauh memiliki karya baru. Syukur buku baru yang sudah terbit,” kata dia. (*/mar)












