News  

Diskusi Perpustakaan STPN : Setiap Perguruan Tinggi Perlu Terapkan Literasi Kampus

Para peserta diskusi Komunitas Free Coffee For Discussion Perpustakaan STPN Yogyakarta. (Foto : UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta)

bernasnews – Menyongsong Hari Pustakawan Nasional pada 7 Juli, Komunitas Free Coffee For Discussion Perpustakaan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta melaksanakan Diskusi dengan topik: Goes to Hari Pustakawan Indonesia “Strategi Peningkatan Kapasitas Literasi bagi Taruna STPN” di kampus setempat, Rabu (5/7)/2023.

Kepala UPA Perpustakaan STPN Yogyakarta Yoseph Nai Helly, S.SiT, M.A. mengemukakan, dibutuhkan niat baik dan kemauan kuat untuk dapat melaksanakan kebiasaan literasi secara rutin dan konsisten dimanapun orang itu berada. Tujuan utama literasi itu adalah membuat manusia itu memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan.

Pembina UKT Karya Ilmiah dan Kelompok Belajar STPN Dr. Sutaryono mengatakan, setiap orang adalah penulis. Membaca, berdiskusi dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Tidak ada orang yang menulis dengan baik tanpa membaca dan berdiskusi.

Peningkatan kapasitas 

Narasumber Aristiono Nugroho, A.Ptnh., M.Si. yang sehari-hari adalah Dosen STPN menyampaikan materi tentang Strategi Peningkatan Kapasitas Literasi Mahasiswa. Ia mengelompokkan strategi peningkatan kapasitas literasi mahasiswa menjadi sembilan isu, yaitu Program Literasi Kampus, Teknologi Pembelajaran,  Kebiasaan Membaca, Berpikir Kritis, Keterampilan Penelitian, Dunia Kerja, Sumberdaya Literasi, Akses Informasi, Keterlibatan Mahasiswa.  

Menurut dia, literasi merupakan kemampuan membaca, menulis, memahami, menggunakan, dan menganalisis informasi yang terkandung dalam berbagai teks/media.  Di era teknologi digital ini, setiap Perguruan Tinggi perlu menerapkan literasi kampus, menggunakan teknologi dalam pembelajaran, serta mendorong kebiasaan membaca. 

Selanjutnya dia mengatakan bahwa perlu diadakan program literasi kampus agar mahasiswa dapat meningkatkan kapasitas berpikir kritis. Program literasi kampus merupakan salah satu bentuk literasi yang patut didorong seperti teknologi pembelajaran kampus, meningkatkan akses informasi seluas-luasnya, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas, mendorong kreativitas dan kolaborasi, serta upaya mengatasi tantangan literasi digital. 

“Literasi perlu dibudayakan secara berlanjut, seperti kebiasaan membaca dan menulis. Kebiasaan membaca akan membangun keingintahuan yang tinggi untuk lebih dalam mengeksplorasi kemampuan seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa yang melaksanakan kebiasaan membaca akan menimbulkan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat dipraktekkan melalui media diskusi, debat, dan menulis,” kata Aristiono. 

Kepada bernasnews Yosep Nai Helly mengemukakan, kegiatan diskusi yang merupakan salah satu program kegiatan unit ini dilaksanakan atas kerjasama UPA Perpustakaan, Sandi, UKT Karya Ilmiah dan Kelompok Belajar. Diskusi ini dihadiri sebanyak 50 orang yang terdiri dari dosen, pustakawan, dan mhasiswa. Acara diskusi dibuka dan ditutup dengan dua buah puisi karya Yoseph Nai Helly. (*/mar)