bernasnews – Para pustakawan dan arsiparis diajak mengasah kemampuan menulis untuk media internal kantor, media massa maupun buku. Sebab dengan menulis yang baik dan konsisten, akan memberikan banyak manfaat bagi mereka. Selain itu, dengan karya tulis buku yang didukung banyak referensi juga akan menambah pustaka di perpustakaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat umum.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog literasi bertajuk Mengasah Kemampuan Menulis bagi Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam pertemuan Forum Komunikasi Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY dengan tuan rumah DPK Kabupaten Kulon Progo, di pondok makan Mbeji, Jalan Tentara Pelajar Beji, Wates, Kulon Progo, Senin (19/6/2023). Tampil sebagai narasumber dialog literasi itu Y.B. Margantoro dari bernasnews.
Forkom Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY yang digelar rutin enam kali dalam satu tahun itu dibuka oleh Kepala DPAD DIY Monika Nur Lastiyani. Kemudian menyampaikan laporan singkat masing-masing lembaganya adalah Sri Wantini (Kepala DPK Kabupaten Sleman), Suryatmi (Sekretaris DPK Kota Yogyakarta dan Ketua Forkom Perpustakaan dan Kearsipan se-DIY), Zanita Sri Andanawati (Kabid Perpustakaan DPK Kabupaten Bantul), Kisworo (Kepala DPK Kabupaten Gunungkidul), dan Duana Heru Supriyanta (Kepala DPK Kabupaten Kulon Progo).
Pertemuan insan perpustakaan dan arsiparis ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dimeriakan dengan hiburan nyanyian dari staf DPK Kabupaten Kulon Progo. Menurut rencana, DPK Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah pertemuan forum komunikasi antardinas ini bulan berikutnya.
Pengalaman melayani pemustaka kecil
Bukan berlatar belakang pendidikan dan pekerjaan di bidang perpustakaan, melainkan di sekretariat, Valla Mareta dari DPK Kota Yogyakarta memiliki pengalaman menarik tidak terduga melayani pemustaka di perpustakaan. Dalam sesi “mendadak menulis” pada pertemuan Forkom Pustakawan dan Arsiparis se-DIY itu dia menyampaikan karya tulisnya berikut ini.
“Siang itu, saya hendak mengambil sample buku anak di lantai dua Perpustakaan Kota Jogja. Dalam perjalanan mencari buku tersebut, ujung kain seragam saya ditarik-tarik oleh seorang gadis kecil. Rupanya, pemustaka kecil tersebut meminta untuk dicarikan dan dibacakan buku cerita anak berbahasa Inggris.
Menoleh ke kiri dan ke kanan, sedang tidak ada rekan sejawat yang bertugas di area anak, maka dengan gugup saya merespon si gadis kecil dan mengajaknya memilih buku yang menarik untuknya. Buku yang dipilihnya cukup unik, saya lupa judulnya, tetapi menceritakan tentang kisah hewan-hewan berbahasa Inggris dengan gambar.
Mau tak mau, saya membacakan buku tersebut sambil menirukan suara hewan-hewan di dalamnya. Melihat antusiasme gadis kecil tersebut, saya semakin bersemangat. Ia turut tertawa ataupun menegang sesuai dengan alur cerita di buku, yang saya bacakan.
Di akhir cerita, si gadis kecil bertepuk tangan meriah dan berceloteh tentang semua hal baru yang didengarnya.
Saya turut belajar bahwasanya hal kecil sesepele membacakan buku untuk anak merupakan tindakan yang sangat berkesan bagi mereka. Melalui pengalaman ini, saya berharap insan perpustakaan mampu menghidupkan geliat membaca masyarakat mulai dari keluarga. Orangtua wajib meluangkan waktu bagi anak-anak usia sekolah dasar atau bahkan taman kanak-kanak untuk membacakan setidaknya satu sampai dua buku dalam seminggu sebagai pembaharuan informasi yang positif dan pemantik kemampuan dalam memproses pengetahuan berkelanjutan,” ungkap Valla Mareta.
Selain dia, turut menyampaikan karya tulis dari DPAD DIY : Wiwik Tri Yuliani, Sujatmiati, S.Sos., MM. Dari DPK Kota Yogyakarta : Purwanto, Umi Widyastuti, Ria Dyan R,, Lia Madmudah, Anin Ambarwati,Putri Ayu S. Kemudian dari DPK Sleman Rika Meitasari, Rika Hardiana. Dari DPK Gunungkidul : Chrisfanti Yuliana, Sri Suwartini. S.Pust., dan dari DPK Bantul Suyatna. (mar)












