bernasnews – Pancasila digali dari nilai-nilai luhur dalam proses panjang peradaban Bangsa Indonesia oleh Bapak Bangsa di awal kemerdekaan. Kita semua sebagai warga Negara harus bersyukur memiliki Pancasila sebagai pemersatu ideologi dan sebagai pandangan hidup bangsa. Dengan dasar negara Pancasila, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak optimis, kita harus optimis menyongsong masa depan, kita harus percaya diri bahwa kita bisa memenangkan kompetisi sebagai bangsa pemenang dengan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan dan menjadi generasi yang Pancasilais.
Demikian landasan pemikiran diselenggarakannya Sarasehan Kebangsaan untuk Indonesia Damai bertajuk Syukur Atas Rahmat Pancasila bagi Bangsa Indonesia, di Joglo 4, Pastoran Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut, Brayut RT 04 RW 29. Pandowoharjo, Sleman, DIY, Minggu (18/6/2023).
Sarasehan ini bertujuan sebagai edukasi kebangsaan untuk menjaga tetap tegaknya Pancasila sebagai dasar negara, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika dengan mengedepankan penguatan jiwa ke-Indonesia-an yang mengembangkan pluralitas berdasar pada asas kemanusiaan dan keadilan merujuk nilai-nilai otentik Pancasila (strategi Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang/RIKAS No. 8).
Narasumber sarasehan adalah Dr. Ariyanto Nugroho, S.K.M, M.Sc (Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, FKUB Kabupaten Sleman); R. A Yashinta Sekarwangi Mega Prameswari, S.IP S2 Ilmu Komunikasi UI (calon DPD Propinsi DIY); Haris Sugiharta, S.IP (Ketua DPRD Kabupaten Sleman) dan Romo. AR Yudono Suwondo Pr. (Vikaris Episkopalis Yogyakarta Barat).
Peserta sarasehan adalah Penggerak Kemasyarakatan Paroki Medari, Somohitan, Pakem, Mlati, Warak; Penggerak Kemasyarakatan Paroki Brayut; Ansor/NU; Pemuda Katolik; Komisi PK3 Jogja Barat; Ormaskat; FMKI; FKUB Kabupaten Sleman. (*/mar)












