News  

Perpusda Kulon Progo Melayani Wisata Buku dengan Kreatif 

Suasana wisata buku di aula Perpusda Kulon Progo, belum lama ini. (Foto : Humas DKP Kulon Progo)

bernasnews –– Di sudut depan ruang aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) duduk seorang perempuan rupawan, dengan stelan kaos hitam – rok motif bunga, memandang tajam layar monitor di depannya. Di sisi kanan meja terjajar sejumlah souvenir cantik terbungkus plastik, ditemani tiga buah buku cerita. Di sisi kiri meja tergeletak dua buah microphone dalam posisi on dan segelas air mineral. Klik..klik-klik… telunjuknya sibuk menekan tombol mouse.

Tiga belia haru tersanjung sambutan ikan-ikan keemasan yang meliuk-liuk berkejaran memburu kecipak air, sementara tubuhnya dimanja surya yang mulai hangat menjalar. Terpana  keindahan kolam cantik mungil hasil metamorphose selokan, mereka tersadar telah tertinggal rombongan. Sekolah Dasar Negeri Grindang adalah salah satu dari enam sekolah peserta wisata buku yang tumpah ruah menyesaki Perpusda, belum lama ini.

Kemeriahan dan euphoria menandai fenomena istimewa pagi itu. Adik-adik imut dan lucu antusias menikmati kunjungan perdana mereka. 

“Senang rasanya mendapat wawasan baru, selain bermain di sini juga bisa belajar,” kata Alika, gadis manis kelas 6. 

Kesan perpustakaan sebagai tempat yang dingin, beku dan kusam dengan buku-buku tua tidak terjamah, kini terpatahkan. Reza, pemilik wajah elok dari SD Benji, membuktikannya. Ia tertangkap cita rasa kagum yang menantang naluri budi untuk terus bereksplorasi.  

Di aula, tiga belia bersama rombongannya mematung tak berkedip menikmati menit demi menit bersama pustakawan jelita, si penggenggam mouse. Sajian slide dan video yang diracik dengan teliti memukau konsentrasi. Dalam kegembiraan mereka belajar, itulah inti wisata buku. Selalu saja ada kejutan di Perpusda. 

Pustakawan DPK Kabupaten Kulon Progo Y. Indarto kepada bernasnews, Selasa (13/6/2023) mengemukakan, siang itu tatkala asyik berdinamika acara wisata buku, mendadak listrik padam. Sesaat aktivitas terhenti, mematung dalam gelap. Suasana teratasi, setelah Yua salah satu pemandu berinisiatif. Lumpuhnya sarana elektronik harus diatasi dengan kreatif. Diawali dengan permainan, tebak-tebakan, bernyanyi, dan akhirnya dongeng, suasana kembali hidup. Dongeng “Semut Ireng” sukses mengocok perut mereka selama hampir 30 menit. Mereka puas dengan ending cerita yang luput dari terka.   

Lomba mewarnai

Hari terpisah, kisaran pukul 08.30 WIB, tampak ramai berkerumun puluhan putra-putri mungil didampingi guru dan orangtua di halaman gedung Perpusda Kulon Progo. Mereka adalah rombongan anak Taman Kanak-Kanak yang hendak mengikuti  lomba mewarnai.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kulon Progo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Proro, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kulon Progo, dan Diva Press. 

Sengaja lomba mewarnai didesain untuk meramaikan even bazaar buku. Pendaftaran yang dibuka sejak awal bazaar melalui online mendapatkan pendaftar 90 peserta. Hal ini melampaui target yang ditetapkan yakni sebanyak 80 peserta mengingat kapasitas ruang yang terbatas. Dari 90 pendaftar, ternyata ada 79 peserta yang hadir dan mengikuti lomba. 

Lomba ini berjalan lancar dan meriah. Di sela-sela menunggu pengumaman pemenang panitia menyiapkan pelabagai aksi seperti menyanyi, gerak dan lagu untuk mendukung sesi pembagian doorprize. 

Adapun pemenang lomba mewarnai itu adalah : Juara I : Azka Naufal Pradipta, Juara II : Afifah Nahda Rafanda, Juara III : Alenka Vania Fiandra, Juara Harapan I : Cahaya Arsy Ramadhani Purwanto, Juara Harapan II : Muhammad Al Fatih Nugroho,  dan Juara Harapan III : Gendhis Nafisa Azzahra. Mereka memperoleh trophy, sertifikat, dan uang pembinaan/bingkisan.

Seorang pengunjung yang mengantar anaknya mengatakan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak, karena merupakan pengalaman baru sekaligus sebagai cara mengenalkan anak pada buku. Sebab di antara mereka banyak yang belum penah ke Perpusda. Bahkan, ada beberapa anak yang tidak tahu kalau ada Perpusda.” (*/mar)