Mental Masyarakat Perlu Dipersiapkan Agar Kuat Hadapi Era Digital

Foto bersama Narasumber dalam diskusi yang bertajuk Gotong Royong Ilmu untuk Revolusi Mental di Era Siber. Foto: istimewa

bernasnews – Teknologi digital tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia modern. Pasalnya kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi itu secara tidak langsung telah mempengaruhi kehidupan manusia dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Selain membawa banyak manfaat, rupanya teknologi juga memiliki sisi negatif, di antaranya bisa menimbulkan kecemasan, ketakutan, cyberbullying atau stres, hingga komplikasi lainnya.

Agar siap menghadapi masifnya teknologi itu, Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), Prof. Yudho Giri Sucahyo mengatakan harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sedini mungkin untuk dapat beradaptasi dengan teknologi. Menurutnya, mental yang kuat akan membuat seseorang mampu menghadapi perkembangan teknologi yang kian masif di era saat ini.

“Kegiatan CyberTalk ini merupakan salah satu program dari PANDI Institute yang bertujuan untuk memberikan ilmu serta awareness mengenai perkembangan teknologi informasi yang sedang berkembang di dunia maupun di Indonesia sehingga masyarakat dapat siap dalam menghadapinya baik dari segi mental maupun kemampuan,” kata Ketua PANDI, Prof. Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan yang diterima, Rabu (5/4/2023).

Adapun kegiatan diskusi bertajuk cybertalk itu menyasar pada mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM). Yudho menjelaskan program CyberTalk ini telah berjalan sejak 2021 secara daring namun kali ini secara luring dan daring (hybrid) serta memiliki skala yang lebih besar.

Berbagai topik bertema teknologi informasi itu dihadirkan oleh narasumber yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Sehingga para mahasiswa diharapkan akan dengan mudah memahaminya dan memiliki kemampuan yang diimbangi dengan mental yang kuat untuk berkecimpung di dalamnya.

Di sisi lain, Yudho juga berujar sisi partisipasi masyarakat dalam menggunakan teknologi itu memang sangat tinggi, namun keadabannya masih sangat memprihatinkan.

“Harapannya PANDI Institute dapat turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan program Indonesia Emas 2045 pilar pertama yaitu Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang tentunya akhirnya mampu melahirkan talenta-talenta teknologi dan digital kebanggaan bangsa Indonesia,” tandasnya. (lan)