Sambal Cumi dan Sambal Hijau, Cocok Buat Lauk Buka Puasa

Suasana pelatihan pembuatan sambal yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNY, di Dusun Bojong 1 Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Kiriman Humas UNY)

bernasnews — Sambal merupakan bagian tidak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Berbagai macam sambal selalu tersaji di meja makan masyarakat, mulai dari sambal yang sederhana teracik dari cabai dan garam saja hingga sambal dengan racikan bermacam bahan.

Ditambah lagi dengan keberagaman rempah dan bumbu yang ada di Indonesia, banyak sekali kreasi sambal yang dikembangkan oleh masyarakat asli Indonesia. Tidak heran jika hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sambal khasnya masing-masing, yang cocok dipadankan dengan berbagai hidangan. 

Hal ini juga dipraktikkan oleh kelompok mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bertempat di Dusun Bojong 1 Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Mereka membuat pelatihan pembuatan sambal bagi para ibu rumah tangga di dusun tersebut.

Ketua KKN Bojong 1 Aldafa Rafian Akbar mengatakan, sambal mengandung banyak manfaat seperti kadar gula darah lebih stabil, meningkatkan fungsi kognitif, mencegah anemia, mengatasi hidung tersumbat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghambat kanker. 

“Cabai kaya akan asam folat untuk menunjang produksi sel darah merah sehingga risiko anemia menjadi makin rendah. Bahkan, asam folat pada cabai juga dikatakan mampu menurunkan risiko terjadinya cacat lahir,” ungkapnya, beberpa waktu lalu.

Sambal dalam kemasan karya mahasiswa KKN UNY dan warga Wojowalur, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto: Kiriman Humas UNY)

Sementara, salah seorang anggota KKN UNY Almira Nur Maryam menjelaskan, bahwa pembuatan sambal cumi dan sambal hijau Padang karena banyak warga Wojowalur yang bercocok tanam cabai dan bawang merah.

“Sebagai alternatif pengolahan dan pemanfaatan potensi lokal. Kami pilih sambal cumi karena mengandung protein dan dapat sebagai lauk nasi,” terang mahasiswa program studi D4 Tata Boga Fakultas Teknik UNY.

Dikatakan, bahan yang dibutuhkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai keriting. Agar awet sebelum ditumis bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih dan cabai direbus terlebih dahulu. Semua bahan diblender agar halus kemudian diberi bumbu garam, penyedap, gula lalu ditumis hingga matang.

Sambal lalu dikemas dalam botol dan wadah yang menarik sehingga layak untuk dijual sebagai tambahan penghasilan. Menurut Almira, cumi mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan yaitu protein, kalsium, magnesium, sodium, vitamin A, B6, B12, C dan E serta kandungan kalorinya juga rendah.

“Para ibu warga setempat pun sangat antusias dengan pelatihan ini dan berharap kedepan akan ada lagi pelatihan serup,” ujarnya. (*/ ted)