bernasnews — Sorgum (Sorghum) atau orang Jawa menyebutnya Canthel adalah salah satu produk serealia yang banyak tumbuh di Indonesia. Serealia jenis ini memiliki kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi dari gandum, bahkan Sorgum juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga mengonsumsi sorgum dapat mencegah penyakit diabetes.
Walaupun manfaat dari Sorgum ini sangat melimpah, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas bahkan hanya berakhir sebagai pakan ternak. Hal ini menarik perhatian mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tika Nur Affrimawati, yang meraciknya menjadi Sorgum kolak cake.
Menurut mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Boga UNY tersebut pemanfaatan sorgum dalam kolak cake buatannya bertujuan mengurangi penggunaan tepung terigu yang selama ini banyak dipakai. “Apalagi tepung terigu yang digunakan berbahan dasar gandum impor, jadi sorgum dapat mengurangi beban impor,”ujarnya.
Penerima beasiswa Bidikmisi tersebut memaparkan, Sorgum tidak hanya memiliki kandungan kalori yang tinggi namun juga mengandung protein sebanyak 8-12 persen setara dengan terigu, karbohidrat kurang lebih 70persen, lemak sebesar 2-6persen yang berarti setara dengan terigu (2 persen). Selain itu, Sorgum mengandung berbagai jenis mineral esensial, diantaranya fosfor, magnesium, kalsium, zat besi, seng, tembaga, mangan, molybdenum.
Juga memiliki kandungan zat besi sebesar 7 mg per 100 gram, serta kandungan seng sebanyak 5 mg setiap 100 gram. Sorgum pun memiliki aktivitas antioksi dan yang cukup tinggi sebesar 40,46persen. Hal ini berarti Sorgum dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan sumber antioksi dan yang dapat dikonsumsi juga oleh penyandang diabetes melitus.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat Sorgum kolak cake adalah, 90 gram tepung terigu, 135 gram tepung Sorgum, 8 butir telur, 200 gram gula merah, 15 gram cake emulsifier, 100 gram margarin, 200 gram pisang, 100 gram nangka, 300 ml santan, 200 ml krim dan 1 sendok the perisa santan. Caranya kocok telur, gula merah dan cake emulsifier sampai mengembang lalu tambahkan tepung terigu, dan tepung Sorgum, aduk rata.
Masukan margarin yang telah dicairkan, aduk hingga rata kemudian oven adonan hingga matang. Sementara itu, potong pisang dan nangka menjadi kotak-kotak kecil lalu dimasak dengan gula merah dan santan hingga mengental. Layering cake menggunakan krim rasa santan dan pisang compote. Sebelum di-layer kue diberi simple sirup rasa nangka, kemudian di-layer dengan krim rasa santan dan banana compote.
Bagian paling atas dari kue diberi dry coconut untuk menampilkan beraneka ragam tekstur. Selain dry coconut lapisan paling atas dari Sorgum kolak cake diberi topping pisang dan buah nangka. Sorgum kolak cake siap disajikan. Makanan dari Sorgum ini merupakan salah satu bagian dari mata kuliah inovasi produk boga.
Menurut dosen pembimbing mata kuliah Dr. Badraningsih Lastariwati mengungkapkan, bahwa Sorgum kolak cake ini cocok disajikan sebagai makanan takjil pada bulan Ramadhan yang akan datang lantaran rasanya yang manis dan penampilannya lebih menarik daripada kolak pisang.
Harapannya Sorgum kolak cake lebih mendapat perhatian banyak kalangan remaja, yang lebih memilih membeli kudapan yang sedang viral dan lebih menarik, baik dari segi kemasan, bentuk, dan cita rasa. “Ini merupakan terobosan pasalnya selama ini kolak hanya dianggap sebagai makanan tradisional,” pungkas Badraningsih. (*/ ted)












