Cycling For Equality: Bersepeda Jelajahi Jogja Bersama Penyandang Disabilitas

Suasana pengibaran bendera start bagi peserta Cycling for Equalit, yang digelar oleh Grand Ambarrukmo Yogyakarta (Foto: Istimewa)

bernasnews — Gowes atau olahraga sepeda kekinian telah menjadi trend dan gaya hidup bagi seseorang maupun kelompok komunitas tertentu. Olahraga bisa dikata universal, dengan olahraga bisa menyatukan umat manusia. Oleh karena itu Grand Ambarrukmo Yogyakarta menggelar perhelatan Cycling for Equality. Kegiatan bersepeda dengan mengkampanyekan kesetaraan yang dilaksanakan pada hari Sabtu 25 Februari 2023.

“Perhelatan sepeda dengan membawa makna individu atau kelompok yang memiliki semangat kesetaraan dan kesenangan menikmati lingkungan sekitar dengan bersepeda tanpa harus membedakan fisik, sosial, jenis maupun merk sepeda tertentu,” ungkap Merlin Sukmawati, Marketing Communication Grand Ambarrukmo Yogyakarta.

Acara yang melibatkan komunitas Bike to Work (B2W) dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) ini mengajak peserta umum dan difabel menikmati pemandangan pagi hari pedesaan di Jogja.”Bersepeda melewati jalan perkampungan, jalan pematang sawah dan kawasan situs purbakala dengan jarak tempuh 45 KM,” ujar Merlin.

Acara yang juga didukung oleh beberapa partisipan dan sponsor ini mengajak peserta untuk berbagi kebaikan dengan melepas bibit ikan yang sudah dikarantina oleh Komunitas Pemancing Ikan di kawasan sungai Taman Raja Balitung, Dusun Jongkang, Desa Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Kafe Susu Tuli yang memberdayakan teman tuli sebagai penggiatnya. Para pesepeda disuguhkan studio alam untuk menikmati sajian kuliner dan keramahan masyarakat lokal. Kemudian diajak berkunjung ke situs purbakala sebagai upaya mendukung pelestarian budaya, dengan dipandu oleh Andi Putranto, SS, M.Sc seorang Arkeolog Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat mengakomodir para pesepeda untuk menjelajahi destinasi wisata di Jogja yang ramah bagi pesepeda penyandang disabilitas, dan pemberdayaan ekonomi lokal serta mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan,” imbuh Merlin. (*/ ted)