Kripik Batang Pisang Olahan Mahasiswa UNY, Begini Cara Buatnya!

Penampakan kripik batang pisang yang siap saji. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Menyoal pisang goreng yang lagi viral lantaran terpilih sebagai kudapan yang digemari oleh warga dunia. Selain buahnya, daun sebagai pembungkus ternyata batang atau sering disebut gedebok pisang pun banyak manfaatnya.

Kulit dari gedebok pisang yang telah dikeringkan biasa dan disusun sedemikian rupa dijadikan tempat/ wadah rajangan tembakau kering oleh para petani. Sementara batang inti gedebog pisang yang berwarna putih sejak dahulu telah dikenal sebagai bahan alternatif untuk membuat sayur semacam gudeg.

Kekinian batang atau gedebog pisang itu ternyata juga bisa diolah dalam bentuk camilan kripik, yang menyehatkan badan. Hali ini seperti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang sedang melaksanakan tugas KKN, di Desa Bojong Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Mereka adalah Yustina Rahma Sari, Linda Oktafianingsih, Brina Gamelisa, Kiki Adisti, Rahayu, Tiar Rahmasanti, Arief Kurniawan, Fani Maulana, Muhammad Raihan A dan Tria Adelia yang mengolah batang pisang menjadi kripik.

Yustina Rahma Sari menyampaikan terkait olahan batang pisang ini karena warga hanya memanen buah pisangnya saja dan setelah panen pohon akan ditebang dan dibiarkan membusuk.“Batang pisang belum dimanfaatkan oleh warga ini membuat batang atau pelepah tidak memiliki nilai ekonomis,” terang mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi ini. 

Lanjut Yustina mengatakan, dengan adanya inovasi pembuatan keripik batang pisang ini diharapkan akan menambah nilai ekonomis yang awalnya batang biasanya membusuk dapat menjadi suatu camilan bagi warga. “Pembuatan keripik gedebog pisang ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK di Desa Bojong untuk meningkatkan skill atau keterampilan dalam berwirausaha melalui pemanfaatan potensi alam yang dimiliki oleh lingkungan sekitar,” kata dia.

Sementara mahasiswa prodi manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Linda Oktavianingsih menambahkan, bahwa batang pisang bermanfaat sebagai detoksifikasi sistem pencernaan, menurunkan berat badan, mengontrol kolesterol dan tekanan darah, menyembuhkan asam lambung serta menstabilkan gula darah.

“Kandungan nutrisi yang dikandung batang pohon pisang adalah Tannin, Saponin, dan Flavonoid. Ketiga jenis senyawa kimia tersebut sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh kita,” beber Linda.

“Batang pohon pisang juga kaya akan serat dan kandungan vitamin seperti Vitamin A, B dan C, serta juga kaya akan nitrogen dan kalium,” imbuhnya.

Lanjut Kiki Adisti menjelaskan, bahwa untuk membuat kripik batang pisang disarankan memanfaatkan batang pisang bagian dalam dan dari pohon pisang yang sudah pernah berbuah. Bahan yang dibutuhkan batang pisang/ pelepah, kapur sirih, tepung tapioka, tepung beras, bawang putih bubuk, lada bubuk, garam, dan minyak goreng.

Penampakan keripik batang pisang setelah digoreng dan ditaburi bumbu balado. (Foto: Istimewa)

Cara memasaknya, pertama kali potong batang pisang dan ambil bagian dalam atau inti batang dengan cara diseset hingga terlihat lembaran seperti kassa. Kemudian rendam potongan tersebut ke dalam larutan air kapur sirih selama 1 jam hingga maksimal 1 hari.

“Fungsi perendaman ini adalah untuk menghilangkan getah dan rasa pahit dari batang pisang,” ungkap mahasiswa sastra Indonesia Fakultas Bahasa Seni dan Budaya tersebut.

Setelah direndam, cuci bersih hasil rendaman menggunakan air. Campurkan tepung tapioka, tepung beras, bawang putih bubuk, dan semua bahan lalu dimasukkan hasil rendaman batang pisang ke dalam tepung yang telah dicampurkan.

“Panaskan minyak goreng, masukkan batang pisang lalu digoreng. Setelah digoreng, keripik bisa dicampuri dengan bumbu-bumbu instan seperti balado, barbeque, dan sebagainya,” pungkasnya. (*/ ted)