bernasnews — Suatu kegiatan apabila dilakukan secara berkolaborasi tentu hasilnya akan berbeda dibandingkan dengan kegiatan yang diselenggarakan secara mandiri. Demikian pula dalam kegiatan bakti sosial (baksos), hasilnya akan lebih nampak dan setidaknya dengan kebersamaan akan lebih maksimal.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh mahasiswa penghuni Asrama Katarina Daemen Yogyakarta berkolaborasi bersama Ormas Kricak Bersatu (Kiber) menggelar kegiatan baksos, bertempat di Balai Serbaguna Kampung Kricak Kidul, Jalan Kricak Kidul, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta, Minggu (19/2/2023)
Kegiatan baksos sendiri diselenggarakan setiap tahun oleh Ormas Kiber, dan kali ini dilaksanakan dalam rangka memperinagati Hari Ulang Tahun Ke-4 Ormas Kiber, dengan menghadirkan warga perwakilan 16 RT. Setiap RT diwakili oleh 7-10 warga. Juga dihadiri oleh Ketua Ormas Kiber Apid Asiadi.
Sementara tujuan dari kegiatan baksos adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu terutama anak yatim piatu, Ibu lansia, dan para janda atau ibu sebagai single parent. Hasil donasi maupun sejumlah sembako merupakan sumbangan sukarela dari anggota Ormas Kiber. Total terkumpul 150 paket yang dibagikan kepada warga yang berhak.

Ketua Ormas Kiber Apid Asiadi mengemukakan, bahwa kegiatan baksos ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar khususnya bagi mereka yang kurang mampu. “Sebagai wujud kepedulian Ormas Kiber kepada lingkungan sekitar, serta mendorong mereka untuk tetap semangat menjalani hidup dan selalu bersyukur dengan setiap pemberian apa pu bentuknya,” ucap Apid.
Hal senada juga disampaikan oleh Sr. Paulina OSF selaku Pembina Asrama Katarina Daemen yang mengungkapkan, bahwa selagi kami bisa membantu kami akan selalu membantu dengan sepenuh hati. “Sebagai wujud kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar,” tandasnya.
Dalam kegiatan baksos tersebut, mahasiswa penghuni Asrama Katarina Daeman juga ikut membantu dari pengumpulan donasi dan sembako, persiapan acara, hingga proses pendistribusian bagi para warga kurang mampu yang berhak untuk menerima bantuan sembako. (zbd/ Faustina Charlina Wula, Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta)











