News  

Keseruan Kisah Caroline dan Nathaniel di Afternoon Tea Time Karya Amabel

Amabel Emillavta (kanan) bersama ibunya R.A. Endang Mariantari (kiri) dan adiknya Amara Imesadya Emillavta. (Foto : Dokumentasi keluarga).

bernasnews – Kalau ada perpaduan karya komik kartun yang lucu, dua tokoh saling mencintai yang menggemaskan, dan ilustrasi yang hangat, satu diantaranya pasti karya Amabel Emillavta. Buku komik berwarna setebal 160 halaman dengan ukuran 13 x 19 cm ini bertajuk Afternoon Tea Time

Afternoon Tea Time adalah sebuah spin off dari Line webtoon popular Tweening. Komik ini menceritakan tentang kisah-kisah manis Nathaniel Aldrich, mahasiswa jurusan piano, dan Caroline  Manson, mahasiswi animasi pada tahun-tahun perkuliahan mereka di Rogue Academy.

“Buku ini dibagi dalam empat bab. Yakni Dream of Love, Liebestraume, Our Days, dan I Long for You. Terima kasih kepada para pembaca komik saya ini. Semoga kisah Carol dan Nathan yang penuh semangat ini dapat membawa kebahagiaan kita semua,” kata Amabel Emillavta, pencipta komik Afternoon Teav Time di Korea Selatan yang dihubungi bernasnews, Minggu (11/12/2022).

Kepada siapapun yang ingin terjun di bidang animasi, Amabel yang kini berkarya di Visual Development Artist, Locus Korea, mendorong agar terus mengejar hingga meraih impian. “Meski kadang kelihatan mustahil, tapi tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” kata Abel yang lulus dari  Korean National University of Arts (K-Arts) berkat beasiswa. 

Buku Afternoon Tea Time terbitan PT Bukune Kreatif Cipta, Jakarta, 2022 ini menyajikan kisah-kisah sederhana keseharian seperti capek, gak tau tuh, bengong, simbiosis mutulisme, si kecil, kentang, sihir Nathan di pagi hari, sebal, begadang, belanja sambil main, kejutan, radio Nathan, alasan, tiga Langkah untuk nyaman, dan sebagainya.

Namun justru dalam kesederhanaan sub topik, buku ini jadi menarik dan sekaligus membuat kejutan. Bahwa dalam kesederhaaan kegiatan setiap orang setiap hari ternyata tetap memiliki makna. 

Buku Afternoon Tea Time –  spin off of line webtoon series ‘Tweening’ karya Amabel Emillavta. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

Awalnya animasi Homesick

Pada tahun pertama kuliah di K-Arts, perempuan kelahiran Jakarta 21 Januari 1998 ini membuat film animasi pendek berdurasi dua menit dengan judul Homesick. Film itu bercerita tentang seorang wanita karier yang tinggal jauh dari keluarganya.

Inti cerita, suatu hari dia sangat merindukan keluarganya hingga tidak bersemangat untuk bekerja. Namun ketika ia berjalan pulang ke tempat tinggalnya, dia mencium aroma yang mengingatkannya pada masakan rumah buatan ibunya.

Ajaib, rasa penat pada dirinya itu pun langsung hilang. Film itu sempat ditayangkan di Korean Film Festival, Netherlands tahun 2019 dan di Hello Fest ’13 Short Film & Animation Festival, Jakarta tahun 2019.

Menurut Abel, selain menekuni animasi dia juga suka menggambar desain konsep untuk animasi. Mungkin karena sempat kuliah arsitektur di Yogyakarta, dia juga suka gambar interior dan eksterior bangunan. Biasanya dia suka belajar menggambar ulang adegan film untuk mempelajari komposisi, bentuk dan warna.

Puteri pertama R.A. Endang Mariantari ini juga mendalami bidang komik, terutama web comic yang formatnya berbeda dari komik lainnya yaitu memanjang ke bawah. Komik pertamanya berjudul Tweening yang sudah memiliki 100-an episode, diterbitkan oleh LINE Webtoon Indonesia setiap hari Jumat sejak pertengahan tahun 2018 yang lalu.

Film animasi Tweening bercerita tentang Caroline Manson, anak asal Indonesia yang mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah di universitas seni ternama di Amerika Serikat jurusan animasi. Di kampus itu, dia bertemu dengan Nathaniel G. Aldrich, mahasiswa jurusan piano dari Perancis.

Mereka berkolaborasi untuk film pertama Caroline. Tidak lama setelah memenangkan penghargaaan atas film pertamanya mereka akhirnya berpacaran. Cerita Tweening memfokuskan kepada hubungan mereka yang saling menguatkan untuk meraih cita-cita masing-masing. (mar)