Biji Pepaya oleh Mahasiswa KKN UNY Disulap Menjadi Kopi, Begini Caranya

Penyajian kopi berbahan dasar dari biji pepaya hasil karya Mahasiswa KKN UNY, di Desa Mranggen, Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Salah satu komoditas potensial hasil perkebunan yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia adalah tanaman pepaya. Pepaya merupakan jenis tanaman perennial (menahun) yang memiliki banyak manfaat dari bagian batang, bunga, daun, buah, dan biji pepaya. 

Selain daging buahnya memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ternyata biji pepaya juga dapat diolah sebagai kopi. Hal itu yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di Dukuh Karang Duwet, Mranggen, Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ketua KKN UNY Dukuh Karang Duwet Listia Nur Ramadhani mengatakan, sosialisasi pembuatan kopi biji pepaya ini karena potensi alam yang melimpah di desa Mranggen, yaitu tanaman pepaya yang berjumlah banyak.  “Konsumsi yang tinggi, yang sering dimanfaatkan yaitu daging buah pepayanya, sementara itu biji pepaya sering dibuang oleh masyarakat. Padahal dari biji pepaya tersebut memiliki khasiat yang bagus,” jelas dia.

Lanjut Listia mengatakan, diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya manfaat dari biji pepaya, mengolahnya lalu menjadikan produk yang inovatif seperti kopi biji pepaya atau COffee from PApaya Seed (COPAS). “Selain itu, dengan pengolahan biji pepaya menjadi COPAS dapat menunjang perekonomian masyarakat dan diharapkan produk ini menjadi ikonik Desa Mranggen,” beber dia.

Mahasiswa KKN UNY saat memberikan sosialisasi cara membuat kopi dari biji pepaya, diDukuh Karang Duwet, Mranggen, Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Frederico Yohanes Weruin mahasiswa prodi Kimia FMIPA UNY selaku peracik kopi mengungkapkan, bahwa dalam pembuatan kopi biji pepaya bahan yang dibutuhkan adalah biji pepaya, nampan, wajan, blender, sendok makan dan sendok teh, saringan, dan coffee bag.

Cara membuatnya kupas buah pepaya yang sudah matang lalu ambil biji pepaya yang berwarna kehitaman, cuci biji pepaya hingga kulit luarnya terkelupas. Kemudian letakkan biji yang sudah dicuci di atas nampan lalu jemur di bawah terik sinar matahari selama 2-3 hari hingga kondisi biji menjadi kering.

Setelah itu, lakukan penyangraian dengan api kecil selama lebih kurang 10 menit hingga biji pepaya berwarna coklat kehitaman dan memiliki bau yang khas seperti bau kopi dan dinginkan biji pepaya di suhu ruangan selama lebih kurang 30 menit.

Haluskan biji pepaya menggunakan blender jika jumlah banyak atau ulekan jika jumlah sedikit hingga menjadi bubuk, lalu disaring. Masukkan bubuk kopi biji pepaya ke dalam kantong filter (coffee bag) agar ampasnya tidak ikut larut bersama ekstrak atau sarinya. “Kopi biji pepaya siap dinikmati, kopi ini herbal dan bebas kafein,” jelas Frederico Yohanes Weruin, saat dijumpai di Kampus UNY beberapa waktu lalu.

Kopi biji pepaya murni memiliki rasa yang sedikit pahit seperti kopi hitam, setelah ditambah penambah rasa (jahe) dan pemanis alami (madu) rasa yang tadinya agak pahit menjadi manis dan hangat. “Bau kopi biji pepaya murni baunya menyengat, tetapi setelah ditambah jahe dan madu bau menyengatnya hilang dan memiliki bau yang harum, warnanya lumayan menarik seperti kopi berwarna coklat,” ujar Istiqomah, warga Desa Mranggen peserta sosialisasi pembuatan kopi dari biji pepaya. (ted)